BPBD Klaim Ilmu Titen Manjur Cegah Bencana Alam

METROSEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mengklaim gerakan warganya yang mengaktifkan kembali ilmu titen menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengantisipasi potensi bencana alam yang muncul di tiap daerah.

Sisa-sisa banjir bandang di Kecamatan Grabag Magelang yang menewaskan 10 orang pada akhir April silam. Foto: istimewa

Sarwa Pramana, Kepala BPBD Jawa Tengah mengatakan ilmu titen yang ia maksud ialah memukul-mukulkan kentongan untuk mengumpulkan warga kampung saat letusan gunung berapi terjadi di beberapa daerah. Contoh riilnya, terangnya, saat erupsi Merapi menerjang Klaten dan Sleman beberapa waktu lalu.

“Kita sangat terbantu ketika gunung berapi memuntahkan larvanya, warga begitu sigap berkumpul di ruang terbuka. Mereka ternyata hanya digerakkan oleh suara kentongan yang berulang kali dibunyikan sebagai ganti sinyal bahaya saat bencana muncul di daerahnya,” ungkap Sarwa saat berbincang dengan metrosemarang.com, Minggu (7/5).

Ia menegaskan gerakan ini sangat efektif ditengah kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Tak cuma itu saja, katanya. Sarwa juga bilang ada banyak ilmu titen yang kerap dipakai warga saat bencana muncul. Ketika bahaya longsor datang, menurutnya warga sudah bisa mendeteksi potensinya melalui rekahan-rekahan ladang persawahan serta adanya binatang-binatang liar yang bermunculan di kampungnya.

“Untuk mendeteksi longsoran tanah pun warga bisa mencermati lewat kondisi tanah sekitarnya. Begitupun ketika ada letusan Gunung Slamet hingga banjir bandang. Ada ilmu titen yang difungsikan lagi mulai air terjun Baturraden yang mendadak menghangat, suara gamelan tanpa penampakan fisik dan masih banyak lagi,” urainya.

Karena itulah, ia menegaskan ilmu titen sebenarnya tak kalah manjurnya dengan alat modern untuk mendeteksi potensi kebencanaan. Ia pun mengajak warga di areal rawan bencana agar memperkuat koordinasi dengan perangkat pemerintah daerah agar bencana alam dapat dideteksi sedini mungkin.

“Langsung laporkan ke satuan SAR atau BPBD bila ada tanda-tanda bencana. Warga jangan menunggu, langsung mengevakuasi diri ke tempat yang aman sehingga jumlah korban dapat diantisipasi,” paparnya. (far)

You might also like

Comments are closed.