Home > METRO BERITA > BPBD Semarang Bentuk 8 Kelurahan Siaga Bencana

BPBD Semarang Bentuk 8 Kelurahan Siaga Bencana

Acara pembentukan Kelurahan Siaga Bencana Kota Semarang (foto: Metro)
Acara pembentukan Kelurahan Siaga Bencana Kota Semarang (foto: Metro)

 

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang berupaya membentuk delapan Kelurahan Siaga Bencana (KSB). Dipilih pada daerah-daerah yang rawan bencana. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Semarang, Abel Montero mengatakan, hal itu masuk dalam anggaran program 2014.

“Rencananya ada delapan. Sudah ada empat kelurahan, berikutnya sedang dalam proses. Melalui pelatihan, pembekalan dan simulasi,” katanya. Terbaru adalah KSB Kelurahan Tinjomoyo. Sementara KSB yang terbentuk sebelum Tinjomoyo adalah Kelurahan Jagalan Semarang Tengah, Kelurahan Tawangmas Semarang Barat, Kelurahan Muktiharjo Kidul Pedurungan, dan Kelurahan Kedungpane Mijen.

Delapan kelurahan itu diberi pelatihan karena memiliki karakteristik bencana tertinggi di Kota Semarang. Rob termasuk banjir genangan dan banjir bandang, tanah longsor dan kebakaran. Setelah Tinjomoyo, kelurahan yang akan dijadikan KSB adalah Kelurahan Mangkang Kulon, Kelurahan Randusari, dan Kelurahan Rowosari Tembalang.

“Tugas BPBD memberikan teori ilmu bencana, pra, saat dan pasca-bencana. Untuk longsor terjadi sekurangnya tiga bulan sekali di Semarang. Yang ditekankan, saat terjadi bencana harus ada kewajiban moral peduli orang lain. Tujuannya untuk meminimalkan korban,” kata Montero. (MS-06)