Home > METRO BERITA > BPCB Jateng Mulai Teliti Batu Kuno di Kota Lama

BPCB Jateng Mulai Teliti Batu Kuno di Kota Lama

METROSEMARANG.COM – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah akhirnya melakukan pengambilan sampel lapisan tanah di Jalan Gelatik Kawasan Kota Lama, Kamis (26/10). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pendampingan untuk pembangunan sistem drainase yang saat ini dikerjakan di Kota Lama.

Tim BPCB Jateng dan Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau penggalian lokasi penemuan batu bata merah di Kawasan Kota Lama, Kamis (26/10). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sebelumnya pengerjaan sistem drainase di Jalan Gelatik Kawasan Kota Lama sempat membuat geger, lantaran ditemukan struktur jalan zaman dulu yang berbahan dasar dari batu bata merah. Temuan ini pun mengundang perhatian khalayak termasuk dari  BPCB Jawa Tengah ini.

Tim BPCB Jateng yang terdiri 4 orang telah melakukan penggalian tanah untuk dibuat grid ekskavasi mulai Rabu hingga Jumat (25-27/10) besok. Dari penggalian hingga kedalaman 40 cm tim telah menemukan lapisan berupa pasangan batu bata kuno, yang ingin diketahui lebih lanjut fungsinya di masa lalu apakah benar sebagai struktur jalan.

Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Publikasi dan Pemanfaatan BPCB Jawa Tengah, Wahyu Kristanto menjelaskan, Kota Lama Semarang menjadi salah satu situs cagar budaya dan peninggalan Belanda yang harus dilestarikan. Tidak hanya bangunan-bangunan tuanya saja melainkan juga yang berada dipermukaan tanah perlu dilakukan penelitian.

‘’Termasuk juga kajian terhadap  batu bata merah yang diprediksi merupakan struktur jalan di era kependudukan Belanda,’’ katanya.

Selama sedang dilakukan kajian, pihaknya mengharapkan pengerjaan sistem drainase yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut dapat dilakukan dengan baik dan lebih teliti.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu mengatakan, meski adanya temuan batu bata merah zaman kolonial Belanda dilokasi proyek, namun pengerjaan saluran drainase yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat itu tetap dilaksanakan  hingga akhir Desember 2017 sesuai kontrak.

Wakil Wali Kota Semarang itu juga menyebutkan akan mengambil contoh lapisan tanah di Jalan Gelatik untuk penanda sejarah yang digunakan untuk informasi kepada wisatawan maupun masyarakat Kawasan Kota Lama.

Ita sapaan akrabnya, juga menyebutkan di tahun 2018 akan dikerjakan pembuatan polder mini dan saluran drainase di Jalan Sendowo dan Cendrawasih yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR. (duh)