Home > METRO BERITA > BPJS Apresiasi Pemkot Semarang yang Jamin Kesehatan Warganya

BPJS Apresiasi Pemkot Semarang yang Jamin Kesehatan Warganya

METROSEMARANG.COM – Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, mengapresiasi Pemkot Semarang yang memberikan jaminan kesehatan bagi warga Semarang, dengan melaunching  program Universe Healthy Coverage (UHC).

Dirut RSUD Kota Semarang Susi Herawati berbincang dengan beberapa peserta operasi katarak, beberapa waktu lalu. Pemkot Semarang memberi jaminan kesehatan bagi warga non peserta BPJS. Foto: metrosemarang.com/dok

”Warga Semarang beruntung punya pemerintah yang perhatian terhadap perlindungan jaminan pelayanan kesehatan. Hari ini Pemkot Semarang telah menetapkan seluruh warga Semarang bisa dilindungi apabila sakit melalui program JKN KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan,” katanya usai launching program UHC di RSUD KRMT Wongsonegoro, Rabu (25/10), yang juga dihadiri Wali Kota Semarang dan Wakil Wali Kota Semarang.

Meski masyarakat diuntungkan dengan adanya jaminan kesehatan ini, Andayani meminta agar masyarakat tetap menjaga lingkungan dan kesehatannya. Tidak menyia-nyiakan kesehatannya karena harapannya dengan perlindungan ini maka masyarakat Semarang menjadi lebih produktif.

”Hari ini ditambahkan sekitar 93 ribu yang sebelumnya belum tercover menjadi peserta JKN KIS. Dengan anggaran dari Pemkot Semarang mereka telah menjadi peserta JKN KIS yang disebut dengan integrasi Jamkesda,” jelasnya.

Dengan tambahan 93 ribu warga, maka kepesertaan BPJS warga Semarang meningkat menjadi sekitar 95%, sesuai batas minimal untuk program UHC. Secara nasional UHC di Semarang juga merupakan kota/kabupaten yang ke 54 menjalankannya, dan yang pertama dari 36 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

”Nantinya warga Semarang yang oleh Pemkot Semarang didaftarkan menjadi JKN KIS, iurannya dibayarkan oleh pemerintah kota. Kalau sakit maka akan dijamin oleh BPJS Kesehatan, menjadi peserta JKN KIS. Artinya mereka sekarang punya akses finansial ke fasilitas kesehatan,” tandasnya. (duh)