Home > METRO BERITA > Bukan soal BBM Naik, Novita Kesal karena Terjebak Antrean

Bukan soal BBM Naik, Novita Kesal karena Terjebak Antrean

JpegSEMARANG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 18 November 2014, ditanggapi beragam. Beberapa warga justru kesal dengan respons berlebihan masyarakat terkait kebijakan pemerintah tersebut.

Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan kenaikan BBM bersubsidi untuk jenis premium dan solar pada Senin (17/11) malam. Masing-masing mengalami kenaikan Rp 2 ribu. Untuk bensin bersubsidi dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.

Pengumuman ini sontak membuat kepanikan masyarakat. Namun, sebagian lainnya tidak terlalu ambil pusing dengan kenaikan tersebut.

Novita Elisia, salah satunya. Dit tidak terlalu menghiraukan kenaikan harga BBM bersubsidi. Dirinya justru merasa sedikit terganggu dengan respons masyarakat yang langsung menyerbu SPBU hingga menimbulkan kemacetan panjang.

“Selalu saja seperti ini. Setiap kenaikan pasti langsung heboh,” katanya, saat mengantre di SPBU Ngaliyan.

Pendapat berbeda disampaikan Vera Verdina (22). Ia mengaku kenaikan harga BBM kali ini sangat berimbas dengan pekerjaannya, mengingat profesinya sebagai seorang Marketing Medical Representatif.

“Saya kerja di lapangan kesana kemari pasti selalu mengkonsumsi BBM. Saya sangat kecewa BBM kembali naik. Oleh karena itu sebelum naik saya isi full motor saya,” ungkap warga Sawojajar Semarang, uang harus mengantre di SPBU Menoreh Raya. (ade/yas)