Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Buntut Kritik Menristek, Dua Mahasiswa Unnes Terancam Sanksi Berat

Buntut Kritik Menristek, Dua Mahasiswa Unnes Terancam Sanksi Berat

METROSEMARANG.COM – Pihak kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas bagi dua mahasiswanya lantaran dianggap melakukan dugaan pencemaran nama baik terhadap Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir.

Ilustrasi. Pihak rektorat Unnes akan menjatuhkan sanksi terhadap dua mahasiswa yang mengkritik Menristek. Foto: metrosemarang.com/dok

Kedua mahasiswa yang dimaksud antara lain Julio Belnanda Harianja, dari Fakultas Hukum (FH) serta Harist Achmad Mizaki dari Fakultas Teknik (FT).

Kepala UPT Pusat Hubungan Masyarakat Unnes, Hendi Pratama mengatakan kedua mahasiswanya selama ini berulang kali dipanggil untuk menghadap rektor sebagai pertanggungjawabannya atas pemberian plakat sindiran kepada Menristek.

“Sudah tujuh kali kami panggil mereka, tetapi keduanya kadang hadir, kadang memilih mangkir. Kalau pun hadir yang bersangkutan seolah tidak merespon sikap kami. Ya mereka merasa itu bukan kewajibannya,” kata Hendi, Selasa (1/8).

Ia mengaku pemanggilan juga dilakukan pihak dekanat maupun komite sidang etik kampus. Namun, ia mengklaim pemanggilan tak disertai respons positif dari dua mahasiwa tersebut.

Lebih jauh, ia menuturkan dalam sidang etik ditemukan pelanggaran akademik yang dilakukan mahasiswanya.

“Sudah sering mereka melanggar aturan akademik. Ini adalah puncak atas ulah mereka. Kami juga mendapati mereka tidak mengerjakan skripsi namun memilih melakukan hal-hal tidak berguna seperti itu,” paparnya seraya menambahkan bahwa keduanya merupakan mahasiswa Fakultas TeknikĀ  dan Hukum Unnes yang sedang menempuh kuliah semester VIII.

Ia mengancam akan menjatuhkan sejumlah sanksi bagi dua mahasiswanya. Setidaknya ada empat sanksi berat atas kasus yang menimpa mahasiswanya.

“Sanksi pertama kami bisa saja membatalkan sidang tugas akhirnya, bila yang bersangkutan sudah membuat skripsi,” tambahnya.

Sanksi berikutnya yaitu skorsing perkuliahan selama dua semester. Kemudian sanksi ketiga berupa drop out dengan keterangan pernah kuliah di Unnes sedangkan hukuman terakhir yang akan ditempuh melakukan drop out tanpa keterangan.

“Itu baru opsi-opsi, kami belum memberikan hukuman akademik apapun terhadap mereka,” katanya.

Untuk saat ini, kedua mahasiswa itu masih diperbolehkan kuliah. Keduanya masih aktif ikut pelajaran semester VIII. “Masih kuliah sambil proses hukumnya tetap berjalan,” paparnya. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link