Home > METRO BERITA > Buntut Tarian ‘Hula-hula’ di SK, Empat Orang Ditahan Polisi

Buntut Tarian ‘Hula-hula’ di SK, Empat Orang Ditahan Polisi

METROSEMARANG.COM – Pasca penggerebekan penari telanjang di Wisma Barbie RT 03/RW 04 Resos Argorejo Sunan Kuning, empat orang kini akhirnya ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

Kompleks Lokalisasi Sunan Kuning
Foto: metrosemarang.com/dok

Ketua Resos Argorejo Sunan Kuning, Suwandi Eko Putranto mengatakan, keempat orang yang ditahan itu antara lain tiga pria yang bekerja sebagai operator karaoke serta seorang perempuan yang jadi penyalur pekerja seks komersial.

“Sudah ditahan di Polda Jateng. Ada tiga pria dan satu perempuan,” ungkap Suwandi kepada metrosemarang.com, Senin (20/3).

Ia menuturkan dalam razia pada Kamis pekan lalu, sebenarnya masih ada dua pekerja seks berinisial WD dan GD yang turut dicokok polisi. Tetapi, karena berusia di bawah umur, maka keduanya dilepas oleh polisi. Posisi keduanya hanya korban dari bisnis prostitusi.

“Jadi enggak ditahan. Lagipula, keduanya berusia dibawah 18 tahun. Mereka ikut dirazia saat berada di sebuah ruang karaoke Wisma Barbie Kamis malam kemarin,” terang Suwandi.

Ia mengaku razia itu merupakan laporan masyarakat lalu ditindaklanjuti oleh penyidik Ditreskrimum. Di ruang karaoke Wisma Barbie, para pekerja seks tepergok menari telanjang bersama beberapa pria hidung belang.

Sedangkan Slamet Harsono, pengurus Sunan Kuning lainnya, mengklaim kecolongan saat ada razia penari telanjang di Wisma Barbie.

“Itu yang mimta pelanggannya sendiri. Lalu diberilah dua perempuan untuk melayani hula-hula dengan kondisi telanjang bulat. Lokasinya privat dan kita enggak tahu-menahu soal itu,” akunya.

Ia selama ini sudah mengimbau berulang kali kepada tiap pengelola wisma agar tak mempertontonkan penari telanjang di depan pelanggan.

“Tapi lagi-lagi itu ulahnya operator karaoke yang membandel. Operator yang dikasih tips biasanya langsung menerima tawaran seperti itu. Kita kecolongan dengan transaksi tersebut,” ujar Slamet lagi.

Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang lagi, ia akan memperketat pengawasan di lingkungan Sunan Kuning. Ia tak akan membiarkan pengelola wisma melayani penari telanjang.

“Sudah kita rapatkan buat memperketat pengawasan. Sebab, kejadian ini benar-benar merepotkan semua pihak,” tukasnya. (far)