Home > METRO BERITA > Buruh dan Pengusaha Diminta Patuhi Penetapan UMK

Buruh dan Pengusaha Diminta Patuhi Penetapan UMK

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menilai persoalan Upah Minim Kota (UMK) bagai buah simalakama. Setiap tahunnya saat pembahasan upah buruh merasa kenaikannya masih kurang layak. Tapi sisi lain pengusaha menganggap kenaikannya terlalu tinggi.

Ilustrasi  Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Pemerintah kota hanya memfasilitasi. Kalau berdasarkan regulasi jelas aturan kenaikannya berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Tapi setiap tahun UMK seperti buah simalakama,’’ kata wali kota yang disapa Hendi, Rabu (30/11).

Namun jika hanya berdasarkan penerapan regulasi tersebut, maka diakui buruh di Kota Semarang tidak akan sejahtera. Karena upah di Kota Semarang yang sebagai ibu kota Provinsi Jateng ini sudah ketinggalan jauh nilainya dengan ibu kota provinsi lainnya.

Sehingga pengusulan nilai UMK 2017 ke Gubernur Jateng beberapa waktu lalu dirinya menambahkan ada nilai sosial, selain inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Supaya kenaikannya dari nilai UMK tahun berjalan atau 2016 bisa terasa memadai.

Harapannya, kedua pihak baik buruh maupun pengusaha bisa menerima nilai UMK 2017 yang sudah diputuskan gubernur. Harapannya pengusaha bisa membayar upah dengan tepat waktu.

‘’Kalau pengusaha keberatan atau tidak mampu dan mau mengajukan penangguhan pembayaran upah sesuai UMK 2017 mulai Januari ya dipersilahkan. Tapi harus melewati prosedur yang mesti dilalaui,’’ katanya.

Seperti diketahui, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menetapkan UMK 2017 Kota Semarang sebesar Rp 2,125 juta dari UMK 2016 Rp 1,9 juta. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang merasa keberatan. Karena dianggap tidak sesuai PP Nomer 78 Tahun 2015 dimana seharusnya kenaikannya maksimal 8,5%. Sementara dengan keputusan gubernur itu kenaikannya mencapai 11,3%. (duh)

Tinggalkan Balasan