Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Butuh Keajaiban, PSIS Hanya Ingin Finish Sebaik Mungkin

Butuh Keajaiban, PSIS Hanya Ingin Finish Sebaik Mungkin

METROSEMARANG.COM – PSIS butuh keajaiban untuk terus melaju di turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Kini skuat Mahesa Jenar diminta tetap fokus menghadapi laga terakhir lawan PSGC Ciamis dan menutup putaran 16 besar di posisi sebaik mungkin.

Johan Yoga cs masih punya tugas terakhir di babak 16 besar ISC B. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Johan Yoga cs masih punya tugas terakhir di babak 16 besar ISC B. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PSIS berada di babak 16 besar ISC B usai melewati fase sebelumnya secara meyakinkan. Johan Yoga dkk datang dengan predikat juara Grup 4, mengungguli enam kontestan lain di grup yang sama. Mereka juga cukup produktif dengan torehan 23 gol, 9 kemenangan dan hanya menderita dua kekalahan dari 12 pertandingan, serta mengumpulkan 28 poin.

Maka cukup pantas jika tim Ibukota Jateng menjadi salah satu unggulan di babak 16 besar dan diprediksi akan lolos dengan mudah dari Grup D yang dihuni bersama PSGC (juara Grup3), PSPS Pekanbaru (runner up Grup 1) dan Persekap Pasuruan (runner up Grup 7). Apalagi mereka juga menambah delapan amunisi anyar untuk memerkuat skuat demi mewujudkan target juara.

Tapi, semua label yang melekat pada skuat Mahesa Jenar seolah tak berlaku di fase 16 besar. Bersama PSGC, dua tim berstatus juara grup, PSIS justru menggantungkan nasib mereka pada tim lain untuk melenggang ke babak 8 besar.

Dengan satu laga tersisa, PSIS wajib menang atas PSGC (6 poin) dan berharap PSPS (6 poin) gagal memetik poin sempurna atas Persekap (9 poin). Sedangkan PSGC juga masih mungkin lolos jika mereka bisa mengalahkan PSIS dan Persekap tumbang di Pekanbaru.

“Posisi saat ini memang tidak menguntungkan karena lolos tidaknya PSIS juga harus ditentukan tim lain. Sekarang kami harus tetap fokus untuk laga terakhir melawan PSGC dan bisa mengakhiri babak 16 besar di posisi sebaik mungkin,” kata Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho.

Sampai pekan kelima babak 16 besar, armada Eko Riyadi masih terpuruk di posisi paling buncit dengan torehan 5 poin. Produktivitas gol PSIS juga paling minim di antara tiga tim lainnya. Sejauh ini mereka hanya sanggup menjaringkan empat gol ke gawang lawan.

Bahkan, keran gol Mahesa Jenar sudah macet sejak pekan ketiga ketika mereka mengimbangi tuan rumah PSGC dengan skor 0-0. Di dua laga berikutnya, Johan Yoga cs kembali imbang 0-0 dengan PSPS dan kalah 0-1 dari Persekap. Sementara, PSGC dan PSPS sama-sama melesakkan tujuh gol, dan Persekap dengan koleksi enam gol.

Pada dua laga terakhir lawan PSPS dan Persekap, PSIS gagal mengakhiri pertandingan dengan kemenangan, meski mereka lebih menguasai permainan. “Kalau bisa memilih tentu kami lebih senang tidak harus mendominasi permainan tapi bisa menang. Tapi, inilah sepakbola, banyak hal bisa terjadi yang terkadang tidak sesuai prediksi kita,” imbuh Agung.

Setelah kekalahan 0-1 di markas Persekap, akhir pekan kemarin, skuat Mahesa Jenar kembali menjalani latihan rutin di Stadion Jatidiri, Selasa (8/11) sore. Pada sesi kali ini, Eko Riyadi hanya memberikan porsi latihan ringan dan diakhiri dengan game.

PSIS dipastikan tidak bisa memainkan Arif Yanggi pada laga terakhir, Sabtu (12/11) nanti. Eks winger Persip Pekalongan itu harus menepi karena kartu merah yang didapat saat timnya tumbang di Pasuruan. Namun, tim jawara Liga Indonesia 1999 ini bakal kembali diperkuat M Yunus dan Ahmad Agung.

Eko juga masih memantau kondisi Rio Saputra yang mendapat cedera saat lawan Persekap. “Pertandingan lawan PSGC tetap penting bagi kami. Pemain harus bisa melupakan kekalahan di Pasuruan dan tampil sebaik mungkin di laga terakhir nanti,” tandasnya.

Jika bisa mengalahkan Laskar Singa Cala–julukan PSGC–Mahesa Jenar masih punya peluang melaju ke perempatfinal dan berharap ada ‘pertolongan’ dari Persekap. Seandainya gagal lolos, setidaknya kemenangan akan menghindarkan PSIS dari posisi juru kunci. (twy)