Home > METRO BERITA > Camat Ditugasi Kendalikan Keamanan di Wilayah Perbatasan

Camat Ditugasi Kendalikan Keamanan di Wilayah Perbatasan

METROSEMARANG.COM – Seluruh perangkat kecamatan di Indonesia diberi kewenangan untuk menstabilkan keamanan di tiap wilayah perbatasan.

Rapat Koordinasi Camat se-Indonesia di Crowne Plaza Semarang, Kamis (12/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Hal tersebut mengemuka tatkala Plt Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo menggelar pertemuan dengan camat se-Indonesia di Lantai 7 Crown Plaza, Jalan Pemuda Semarang, pada Kamis siang (12/10).

Hadi mengatakan tugas pokok dan fungsi tiap camat kini diperluas tak hanya memegang kendali dibawah wali kota maupun bupati saja. Sebab, perangkat camat yang bertugas sesuai UU Nomor 23 Tahun 1999, juga berfungsi menerima delegasi tamu yang datang di kantor pemerintah kota.

Karenanya, kata Hadi camat kini juga didorong memperkuat penjagaan di tapal batas wilayah masing-masing baik yang berkaitan dengan tata ruang maupun berbagai perizinan strategis.

“Camat-camat harus mampu melaksanakan fungsinya bagi pemerintah kota. Harus punya tugas khusus melakukan stabilutas politik, keamanan dan di satu sisi wajib memantau kewenangan yang dilaksanakan dari tingkat pusat,” kata Hadi.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa dalam proses pengangkatan camat seharusnya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Camat, menurutnya tak boleh dilantik sembarangan. “Prosedurnya harus diperjelas,” sambungnya.

Dilain pihak, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menjelaskan adanya perluasan kewenangan camat maka tupoksinya tidak perlu sampai ke bupati atau wali kota.

Dengan pola ini, maka penanganan lebih cepat, masalah cepat selesai sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi maksimal. Selain itu, tata kelola desa dengan pengawasan camat juga akan lebih baik.

“Saat ini kan sedang ada revisi PP, saya harap ada bunyi PP yang seperti itu. Peran camat juga akan strategis dan berdaya guna. Ini bisa mendorong memermudah pelayanan dan menjadi embrio penguatan kecamatan,” terangnya.

Pelayanan tambahan bisa disesuaikan dengan kreativitas dan inovasi camat, karena disesuaikan dengan kebutuhan daerah. (far)