Home > METRO BERITA > PERISTIWA > Cara Nyentrik HorniKULTura Kritik Kebijakan Pemerintah Kota

Cara Nyentrik HorniKULTura Kritik Kebijakan Pemerintah Kota

Tarian Kuda Lumping ala anak-anak HorniKULTura untuk mengkritisi kebijakan pemerintah kota. Foto Metrosemarang
Tarian Kuda Lumping ala anak-anak HorniKULTura untuk mengkritisi kebijakan pemerintah kota. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Anda yang melintas di Jalan Raya Krapyak-Jrakah, Jumat (5/12) siang tadi, bisa jadi menemukan pemandangan yang tak biasa. Sekelompok orang berkostum warna-warni menari-nari dengan kuda lumping dari pelepah pisang di tengah rasa frustrasi pengguna jalan yang terjebak rutinitas kemacetan di jalur tersebut.

Ya, selepas Jumatan itu, delapan orang yang berasal dari Komunitas HorniKULTura menggelar performance art bertajuk “Asmara berkuda”.  Performance ini  mengkritisi kegagalan pemerintah dalam membangun transportasi kota. Alih-alih membuat jalan yang nyaman untuk dilalui, proyek betonisasi di sana malah membuat warga susah karena macet setiap hari.

Aksi dilakukan dengan bermain kuda lumping di traffic light pintu tol Krapyak selama 30 menit. Mereka menyanyikan lagu “Jaranan” dan tertawa-tawa tak peduli deru kendaraan dan asap knalpot di sekitarnya.Semua bebas berekspresi, bermain layaknya anak-anak, dan mengejek pengguna kendaraan yang karena macetnya lajunya lebih lambat dari kuda tunggangan anak-anak.

Melihat aksi mereka, para pengguna jalan beragam penyikapan. Ada yang memandang keheranan, ada yang tertawa-tawa, bahkan ada yang berhenti untuk bertanya. “Iki maksude opo, cah-cah seko ngendi?” kata seorang pengendara motor.

Selesai di Krapyak, aksi dilanjutkan dengan bermain mengitari Tugu Muda dan memasuki Mal Ciputra. Dua lokasi setelah jalan raya Krapyak itu masih mengusung kritik atas kebijakan pemerintah dan minimnya ruang publik. Tugu Muda dianggap telah berhenti sebagai simbol kebanggaan kota karena fungsinya sebagai landmark kalah oleh tempat-tempat konsumtif seperti mal.

Selain wajah keheranan pengunjung mal, pemandangan lucu pun terekam ketika para “ksatria berkuda” itu dikejar-kejar security mal. Setelah 15 menit bermain kucing-kucingan, akhirnya mereka pun tertangkap dan diusir keluar. (MS-08)