Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Cedera Rio jadi Awal Petaka PSIS

Cedera Rio jadi Awal Petaka PSIS

METROSEMARANG.COM – PSIS gagal mengamankan kemenangan saat menjamu PSIR Rembang di Stadion Jatidiri, Sabtu (12/8) sore. Kehilangan Rio Saputro di pertengahan babak kedua jadi awal petaka buat tuan rumah.

Insiden di menit 63 yang membuat Rio Saputro harus mengakhiri pertandingan lebih cepat. Foto: metrosemarang.com

PSIS sebenarnya menjalani start mulus ketika heading Hari Nur Yulianto sukses menjebol gawang PSIR di menit ketiga. Namun, Haudi Abdillah dkk gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk terus menambah tekanan ke pertahanan Laskar Dampo Awang.

Mesin serangan Mahesa Jenar dari sisi sayap yang diperankan Franky Mahendra dan Melcior tak bisa leluasa memberi ancaman. Aliran bola dari lini tengah juga kerap tersendat karena gelandang PSIR cukup sukses memutus serangan yang dibangun M Yunus maupun Ruud Gullid.

Pelatih Subangkit mengakui jika pemainnya tidak bermain sesuai harapan, terutama di babak pertama. “Pemain kami tidak memberi pressing, khususnya di babak pertama, sehingga PSIR bisa leluasa mengembangkan permainan,” kata dia, usia pertandingan.

Permainan PSIS mulai membaik setelah turun minum. Setidaknya ada beberapa peluang bagus yang dihasilkan, salah satunya dari tendangan Erik Dwi Ermawansyah di menit 54.

Namun, PSIS harus kehilangan Rio Saputro di menit 63 setelah berbenturan dengan pemain PSIR. Bek muda ini sebelumnya lumayan berhasil meng-cover Taufik Hidayat untuk mematikan Rudi Santoso yang kerap bergerak dari sisi kanan.

Setelah Rio keluar, posisinya digantikan Tegar Pribadi yang kemudian lebih sering bertugas mem-back up area kanan pertahanan PSIS. “Kehilangan Rio memang cukup merugikan. Tegar sebenarnya juga tidak bermain buruk, tapi dia masuk saat tensi pertandingan sudah tinggi sehingga butuh adaptasi,” tuturnya.

Dengan keluarnya Rio, Subangkit praktis tidak bisa melakukan pergantian lagi. Sebab, sebelumnya PSIS sudah lebih dulu mengganti Franky Mahendra dan Safrudin Tahar dengan Rifal Lastori dan Yogi Ardianto. Padahal di bench cadangan masih ada M Ridwan dan Johan Yoga yang sebenarnya bisa diharapkan menjadi pembeda.

Setelah Rio keluar, lini pertahanan tuan rumah mulai goyah. Rudi Santoso beberapa kali lolos mampu memberi ancaman ke gawang Aji Bayu. Salah satunya di menit 78. Beruntung, tendangannya masih bisa digagalkan kiper PSIS.

Pemain bernomor 99 itu akhirnya berhasil menyamakan skor, empat menit jelang laga tuntas. Skor 1-1 mengulang hasil pertemuan pertama kedua tim di Rembang, bulan Mei silam.

Tambahan satu poin menjadi kerugian bagi PSIS. Saat ini Haudi Abdillah mengumpulkan 26 angka dari 11 laga. Poin Mahesa Jenar bisa saja disamai Persis Solo jika menang atas Persipur Purwodadi, Minggu (13/8) besok. (twy)

Tinggalkan Balasan

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link