Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Cegah Gerakan Anti-Pancasila, Mendagri Batasi Pembentukan Ormas

Cegah Gerakan Anti-Pancasila, Mendagri Batasi Pembentukan Ormas

METROSEMARANG.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan membatasi pembentukan organisasi kemasyarakatan di Indonesia menyusul maraknya gerakan anti-Pancasila yang beredar belakangan ini.

Tjahjo Kumolo
Foto: metrosemarang.com/dok

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan pembatasan ormas ini dilakukan untuk menyiasati peraturan pemrintah yang selama ini dianggap sangat susah untuk membubarkan sebuah ormas yang mengganggu ketertiban umum.

Ia menyampaikan pembatasan ormas merupakan hasil rujukan dari peraturan baru yang telah diteken Presiden Joko Widodo sejak dua bulan lalu.

“Bila selama ini membubarkan ormas yang melanggar hukum sangat sulit, maka kita sekarang akan memperketat ormas. Pak Presiden telah meneken peraturan baru pada akhir Desember kemarin, sehingga ormas yang ada saat ini harus jelas izinnya, apakah berbadan hukum pusat, provinsi atau kabupaten. Mereka juga wajib menerima azas Pancasila,” kata Tjahjo saat ditemui wartawan usai acara pertemuan kepala daerah se-Jateng di Gradhika Jalan Pahlawan, Selasa (7/2).

Menurutnya di Indonesia saat ini terdapat 320 ribu ormas, dimana sekitar 60 lembaga di antaranya telah terdaftar di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), sedangkan sisanya terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Meski begitu, ia bilang di luar jumlah itu masih banyak ormas-ormas yang belum mendaftarkan diri di dua kementerian tersebut. Ia menyatakan yang tidak terdaftar itu disinyalir ormas menganut paham sesat sehingga layak dibubarkan.

“Yang tidak terdaftar sangat banyak, seperti ormas sesat dan langsung dibubarkan begitu terlacak pergerakannnya. Misalnya seperti Gafatar,” ungkap Tjahjo lagi. (far)