Home > METRO BERITA > Cegah Kecelakaan Terulang, Sopir BRT bakal Dites Narkoba

Cegah Kecelakaan Terulang, Sopir BRT bakal Dites Narkoba

METROSEMARANG.COM – Seluruh sopir Bus Rapid Trans (BRT) Trans Semarang bakal menjalani tes narkoba untuk mengetahui kelayakan fisiknya saat mengemudikan moda transportasi murah tersebut.

Kecelakaan BRT di Papandayan, Minggu (17/7). Foto: metrosemarang.com/dok
Kecelakaan BRT di Papandayan, Minggu (17/7). Foto: metrosemarang.com/dok

“Semua sopir tidak hanya dicek kesehatannya, tapi juga dilihat apakah bebas narkoba atau tidak. Mereka, juga akan diuji kedisiplinan dan kepeduliannya merawat tiap armada,” ungkap Joko Umboro, Kepala BLU Bus Trans Semarang kepada metroaemarang.com, Senin (25/7).

Tak hanya itu saja, katanya, tiap sopir BRT juga wajib berhenti di halte-halte yang ada di pinggir jalan raya. Tujuannya, menurut dia, agar sopir tidak kelelahan di perjalanan.

Ia juga memperingatkan kepada semua sopir BRT agar lebih baik mengelola emosinya sehingga laju bus dapat dikendalikan dan tidak ugal-ugalan.

“Karena banyak laporan warga yang bilang kalau BRT sering ngebut dan banyak halte yang terlewati. Kami minta semua sopir bisa kelola emosi, karena banyak faktor yang memunculkan emosi kita di jalan, baik pengguna jalan maupun pengendara pribadi,” jelasnya.

Ia mengklaim selama ini tak pernah berhenti meremajakan armada BRT. Pada 2015 kemarin, ia mengaku baru saja dapat bantuan bus tambahan 25 unit untuk dipakai merevitalisasi BRT koridor I. Kapasitas tiap bus mencapai 80 orang.

“Busnya sudah di Mangkang tinggal urus BPKB-nya saja. Selain itu, kita juga udah 65 bus masing-masing 40 unit kapasitas sedang dan sisanya besar untuk melengkapi armada di koridor VII dan VIII,” paparnya.

Ia menambahkan, semua bus dalam waktu dekat dipasangi CCTV untuk memantau laju kecepatan di jalan raya. Kamera pengintai, akan dipasang di kaca depan bus sehingga dapat merekam kecepatan bus yang sedang dikemudikan. (far)