Home > METRO BERITA > Cegah Kekerasan Anak Butuh Dukungan Sistem Perlindungan Memadai

Cegah Kekerasan Anak Butuh Dukungan Sistem Perlindungan Memadai

METROSEMARANG.COM – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia memantik keprihatinan sejumlah pihak. Menurut Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Tengah, Zubaedah, orangtua perlu memahami peranan mereka khususnya para ibu dalam mencegah timbulnya kasus kekerasan anak.

Aksi teatrikal Jaringan Jurnalis Perempuan (JPP) Jateng dalam memeringati Hari Anak Nasional, Jumat (22/7). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Aksi teatrikal Jaringan Jurnalis Perempuan (JPP) Jateng dalam memeringati Hari Anak Nasional, Jumat (22/7). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

“Untuk peran asasi, perempuan sebagai individu yang memiliki tanggung jawab mendidik dirinya dan meningkatkan kapasitasnya sebagai hamba Allah, dengan segala potensi yang telah Allah karuniakan kepadanya. Peran perempuan sebagai istri dan ibu, yang memiliki amanah spesifik sesuai potensi intrinsiknya ialah mengandung; melahirkan dan  menyusui, serta tanggung jawab bersama suami dalam mengasuh dan mendidik anak,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima metrosemarang.com, Jumat (22/7).

Perempuan, ujar dia, sebagai ibu rumah tangga juga berperan bersama laki-laki sebagai khalifatullah fil ardh untuk memimpin dan merawat kehidupan di bumi. Untuk itu, BPKK DPW PKS Jateng menggelar kajian bersama.

“Kami telah melakukan kajian melalui Focus Group Discussion (FGD) tentang akar persoalan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dengan peserta perwakilan pengurus BPKK di 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, April lalu,” paparnya.

Dari paradigma tentang peran perempuan tersebut, maka perempuan merupakan pelopor peradaban dalam mendidik dan mewujudkan keluarga berkualitas. “Salah satu sistem yang perlu dibangun agar perempuan dapat menjalankan perannya secara optimal adalah sistem perlindungan anak. Dalam mengasuh dan mendidik anak agar menjadi generasi yang berkualitas, maka perempuan perlu dukungan sistem dan lingkungan kondusif,” jelasnya.

Menurutnya, perlindungan anak menurut UU No 23 Tahun 2010 tentang perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. “Perlindungan anak harus menjadi sistem yang diterapkan oleh seluruh anggota masyarakat dan negara,” tuturnya. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link