Home > METRO BERITA > Cegah Penyimpangan, Sekolah Harus Rinci Anggaran

Cegah Penyimpangan, Sekolah Harus Rinci Anggaran

image
Ilustrasi

SEMARANG – Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Semarang, Dini Inayati mengatakan setiap sekolah harus merinci Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Untuk menghapus penyelewengan, masyarakat harus turut mengawasinya hingga RAPBS menjadi  Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS).

“Setiap sekolah harus mengunggah informasi anggarannya secara terperinci.sebut. Dan masyarakat harus mengawasi,” kata Dini. Jika informasi anggaran tak tersedia, masyarakat berhak menanyakan langsung ke sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Semarang telah menyediakan laman bagi sekolah-sekolah untuk mengunggah RAPBS, APBS hingga APBS perubahan. Yakni pada http://disdik.semarangkota.go.id.
Menurut Dini, setiap sekolah harus mengunggah anggarannya ke situs tersebut.

Rincian pendapatan sekolah, berasal dari sumber APBN, APBD Provinsi, APBD Kota, partisipasi masyarakat dan pendapatan lain yang sah. Sumber dana APBN diantaranya ada dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana dekonsentrasi, bantuan operasional sekolah. 

Sumber dana APBD provinsi diantaranya ada bantuan operasional sekolah provinsi, bantuan keuangan, hibah dan bantuan sosial. Sementara dari APBD Kota diantaranya ada bantuan operasional sekolah kota dan biaya bahan praktik. 

Sumber dana partisipasi masyarakat berupa sumbangan sukarela tidak mengikat, sumbangan operasional, sumbangan investasi hingga sumbangan dunia usaha. Pendapatan lain yang sah terdiri dari jasa produksi, hasil sewa, kerjasama dengan pihak ketiga dan pendapatan lainnya.

“Jika anggaran tidak sesuai, misalnya sumber pendapatan dari orang tua tidak dicantumkan, maka sekolah bisa dilaporkan,” tegas Dini. (MS-06)