Home > METRO BERITA > Cegah Tawuran, DPRD Dorong Pendidikan Karakter Diajarkan di Sekolah

Cegah Tawuran, DPRD Dorong Pendidikan Karakter Diajarkan di Sekolah

METROSEMARANG.COM – Maraknya tawuran pelajar pada Hari Guru 25 November lalu membuat prihatin banyak pihak. DPRD Kota Semarang mendesak supaya pendidikan karakter diajarkan di sekolah-sekolah.

Para pelajar yang diindikasikan akan tawuran mendapat hukuman push up di Mapolrestabes Semarang, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok
Para pelajar yang diindikasikan akan tawuran mendapat hukuman push up di Mapolrestabes Semarang, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, terjadinya tawuran pelajar tersebut karena pendidikan akademik saja tidak cukup. Para pelajar di sekolah juga harus diajarkan tentang pendidikan moral oleh para pendidiknya.

“Kata kuncinya satu, pendidikan akademik tidak cukup kalau tidak
disertai pendidikan moral,” kata Anang BU, Senin (28/11), terkait terjadinya tawuran antar siswa SD, SMA, bahkan Perguruan Tinggi di Kota Semarang beberapa hari lalu.

Ketika anak SD sudah berani tawuran dengan membawa senjata, katanya,
maka mesti kembali pada norma dan etika bahwa pembelajaran moral harus
jadi perhatian bersama. Dewan mendorong agar dibuat buku-buku yang
mengajarkan tentang pembangunan karakter untuk diajarkan di sekolah-sekolah.

Menurut Anang BU, kejadian tawuran pelajar khususnya anak SD karena pengaruh negatif media yang menampilkan adegan kekerasan. Karena itu, anak-anak SD itu sebenarnya hanya meniru namun hatinya masih polos. Mereka masih bisa dididik dengan pendidikan karakter agar memiliki
moral yang baik.

“Saat ditangkap mereka nangis, artinya tawuran sebenarnya bukan jiwa mental mereka. Tapi hanya meniru, mungkin di media cara bertempur itu
pakai gir dan lain-lain. Hanya meniru tapi dalam hatinya tidak punya nyali. Tapi kuncinya ya kembali ke moral,” tegasnya. (duh)

Tinggalkan Balasan