Home > METRO BERITA > Cegah Wabah TBC, Napi Wanita Jalani Check-up Massal

Cegah Wabah TBC, Napi Wanita Jalani Check-up Massal

METROSEMARANG.COM – Ratusan warga binaan yang mendekam di Lapas Wanita Bulu Semarang, hari ini Senin (1/8), menjalani tes kesehatan guna menekan wabah virus Tuberculosis (TBC) yang menyerang organ paru-paru.

Skrining massal TB di Lapas Wanita Kelas IIA Semarang. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Skrining massal TB di Lapas Wanita Kelas IIA Semarang. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Pengelola lapas setempat menyebutkan bahwa virus TBC kini mengancam kesehatan para warga binaan lantaran tingkat penularannya masih menduduki peringkat keempat di lingkungan lapas.

Tahap check-up massal dilakukan hingga 5 Agustus dan kemungkinan hasilnya ketahuan pada 7 Agustus nanti. Melalui proses tes kesehatan diharapkan mampu mengungkap apakah tiap penghuni lapas tertular TBC atau tidak.

Bahkan, menurut Kasubag Tata Usaha Lapas Bulu Semarang, Endang Budiarti selama 2014 lalu, wabah TBC diketahui menjadi penyebab kematian terbanyak kedua di UPT Pemasyarakatan Jawa Tengah.

”Kita perlu mengantisipasi supaya tidak meluas kemana-mana. Dibutuhkan juga penanganan yang serius dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” tegas Endang kepada wartawan, Senin (1/8) siang.

Check-up massal kali ini bekerjasama dengan Ditjen P2PL Kemenkes, USAID dan Challenge TB. Skrining dilakukan dengan menerapkan kebijakan nasional Tes Cepat Molekuler (TCM) TBC sebagai metode diagnosis secara bakteriologis.

Kini, jumlah warga binaan di Lapas Bulu membengkak mencapai 432 orang dari kapasitas ruang cuma 174. Lonjakan penghuni lapas dipicu adanya limpahan napi dari lapas daerah lain salah satunya Rutan Pondok Bambu, Jakarta.

“Kapasitas yang penuh sekali dikhawatirkan memicu banyaknya permasalahan kesehatan salah satunya TBC,” lanjutnya.

Lapas Bulu, katanya, menjadi lapas kedua di Indonesia yang melakukan skrining massal. Ke depan, bakal disusul 29 lapas dan rutan lainnya. Pembekalan dan sosialisasi bagi kepala Dinas Kesehatan diperlukan mengingat jumlah warga binaan yang cukup banyak.

Dengan kondisi lapas yang over kapasitas, agak sulit membuat area terpisah untuk mengarantina penderita TBC agar tidak menularkan ke tahanan lain. Bila ditemukan tahanan yang sudah resistan obat (RO), maka terapinya butuh pengobatan sampai dua tahun ke depan.

Sementara, Koordinator Challenge TB, dr Merry Samsuri mengatakan, skrining massal akan djlakukan di 38 lapas se-Indonesia. Lapas Wanita Kelas II A Semarang merupakan yang kedua dikunjungi oleh Challenge TB. Skrining massal di Semarang juga diberlakukan di Lapas Kelas IA Kedungpane. (far/vit)