Home > EXPLORE SEMARANG > Cerita Arsip Tua yang ‘Dihuni’ Noni Belanda

Cerita Arsip Tua yang ‘Dihuni’ Noni Belanda

METROSEMARANG.COM – Menjaga arsip-arsip tua tak cukup hanya butuh ketelitian dan kesabaran, tapi juga keberanian. Di balik lembaran-lembaran kertas yang mulai usang tersebut tak jarang juga menghadirkan kisah mistis.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Berbagai pengalaman telah dialami Toto Sumarno sebagai seorang penjaga arsip Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang. Dari yang menantang hingga peristiwa yang sulit diterima nalar.

Pengalaman menyeramkan seringkali dialaminya saat menjaga di dalam ruang arsip. Pria yang akrab disapa Totok ini pernah beberapa kali melihat sosok-sosok aneh di dalam ruang arsip. Tak jarang dia diganggu oleh makhluk halus saat mencari arsip.

“Dulu pernah saya buka lemari ada wajah orang, abis itu tak tutup lagi terus tak buka lagi sudah nggak ada,” kata Totok, Rabu (19/4).

Dia menduga penampakan makhluk halus mungkin dikarenakan beberapa arsip tua yang berumur lebih dari 1 abad tersebut. “Ya mungkin nonik-noniknya masih tinggal di sini,” ujar Totok sambil tersenyum.

Meskipun begitu, sama sekali Totok tidak merasa takut dengan adanya gangguan semacam itu. Ia justru menganggap mereka sebagai teman saat menjaga arsip.

Ia juga bercerita bahwa sebentar lagi akan masuk masa pensiun, namun belum ada penggantinya. “Kurang lebih 5 tahun lagi pensiun. Padahal arsip kayak gini, peletakannya seperti apa kan yang tahu yang nata, mau cari ini itu yang tahu yang nata, tapi sampai sekarang belum ada penggantinya. Bahkan orang yang kuliah di kearsipan pun bingung mungkin kalau ke sini, soalnya kan yang tahu yang nata,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Disdukcapil, Mardiyanto mengatakan saat ini arsip arsip tua tersebut sedang dalam proses digitalisasi. Menurutnya, selain sebagai peninggalan bernilai sejarah, arsip-arsip tersebut juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran.

“Kalau dari mahasiswa jurusan arsip bisa sebagai wadah pembelajaran, sebagai studi bagi adik-adik yang mau belajar lebih jauh mengenai kearsipan,” urainya. (fen)