Home > METRO BERITA > Cerita Hendi ‘Ditodong’ Ganti Rugi saat Ajak Anak Pengemis Sekolah

Cerita Hendi ‘Ditodong’ Ganti Rugi saat Ajak Anak Pengemis Sekolah

METROSEMARANG.COM – Menyadarkan masyarakat untuk mau belajar ternyata bukan hal mudah. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sendiri pernah mengalaminya. Saat akan menjamin seorang anak sekolah gratis, orang tuanya justru meminta ‘imbalan’ kepadanya.

Ilustrasi. Anak jalanan di Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Wali Kota yang disapa Hendi menceritakan, pernah ketemu dengan seorang anak usia sekolah yang sedang mengemis di sebuah traffic light. Anak itu kemudian ditangkep dan ditanya. Anak itu mengaku tidak sekolah dan bekerja jadi mengemis di jalanan karena disuruh orang tuanya.

‘’Pernah suatu ketika ketemu anak pengemis jalanan di traffic light. Kita tangkep, kita tanya kamu nggak sekolah? Nggak Pak. Kenapa? Saya nggak boleh sama orang tua. Orang tua (si anak) kita panggil,’’ kata Wali Kota Hendi, Selasa (14/11).

Saat bertemu ibu si anak tersebut, Hendi menjelaskan bahwa di Dinas Pendidikan Kota Semarang punya program beasiswa untuk anak dari keluarga kurang mampu. Jika ibu tersebut bersedia anaknya untuk disekolahkan, maka biayanya gratis ditanggung oleh pemerintah.

Tapi jawaban orang tua anak itu sangat mengejutkan. Dia menyampaikan terima kasih anaknya akan disekolahkan dan gratis dibiayai pemerintah. Tetapi, dia juga meminta pemerintah harus memberikan ganti rugi pendapatan dari hasil mengemis anaknya.

Ibu itu meminta Wali Kota Hendi agar memberikan ganti rugi pendapatan dari hasil mengemis anaknya yang ‘hilang’, yang rata-rata mencapai Rp25 ribu-Rp50 ribu per hari.

‘’Orang tuanya kita datangkan, Bu anaknya besok saya sekolahkan. Biayanya grátis dari pemerintah. Oh njih pak, matursuwun. Ibunya tanya, saya dapat apa? Lho maksude piye (gimana) bu? Sudah dibayari kok isih njaluk. Nggak pak, kata ibunya, anaknya disekolahkan harus ada yang mengganti sehari Rp50 ribu yang dihasilkan anak,’’ kata Hendi menirukan omongan si ibu.

Hendi mengajak kepada seluruh warga Kota Semarang untuk bersama-sama melakukan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Salah satunya, dengan cara mendorong anak-anak untuk tetap semangat bersekolah. Sebab dengan senantiasa belajar akan menentukan kesuksesan masa depan seorang anak. (duh)

Tinggalkan Balasan