Cerita Jahe Rempah “Mbah Jo” yang Kesohor sampai ke Arab

MENYEBUT nama Tukijo, mungkin tak banyak dikenal orang. Tetapi, sosok yang satu ini lebih dikenal dengan panggilan Mbah Jo.

Jahe rempah racikan Mbah Jo yang kondang sampai ke Arab. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ya, Jahe Rempah Mbah Jo menjadi salah satu jujukan terfavorit bagi masyarakat Semarang hampir saban hari. Bertempat di belakang Kantor Gubernur Jawa Tengah, saat ditemui metrosemarang.com, Mbah Jo sedang sibuk melayani pembelinya.

“Jahe rempah tiga, lima jajanan pasar dan pisang rebus semuanya Rp 25 ribu,” kata Mbah Jo.

Deny Budianto, putra sulung Mbah Jo menjelaskan usaha jahe rempah sudah dirintis oleh ayahnya sejak 1996 silam. Kala itu, ayahnya mula-mula berjualan teh dan kopi jos di warung yang ditempati sekarang.

Kemudian, usahanya berkembang pesat seiring kemauan keras dari ayahnya untuk mencoba meracik rempah-rempah menjadi minuman penghangat tubuh.

“Lalu Mbah Jo mulai membuat jahe rempah pada 2002 silam. Berbekal resep dari sebuah majalah, dia meracik jahe rempah dan bahannya didapat dari Kecamatan Batu Wonogiri,” katanya.

Lambat laun, kata Deny racikan jahe rempah buatan ayahnya mulai digandrungi para pembeli.

Musababnya, ramuan jahe rempah kaya akan tanaman herbal macam jahe, kunir, kencur, temu mangga, kunir putih temulawak dan gula jawa.

“Yang paling laris di sini jahe rempah karena bisa meredakan asam urat koresterol, pegal linu,” terangnya.

Jahe rempah Mbah Jo bahkan telah merambah ke luar Jawa sampai Jazirah Arab. Menurutnya sudah tujuh tahun ini jahe rempah digemari banyak orang.

“Jahe rempah malah sampai dipesan sama orang-orang dari Kalimantan dan Riau. Sekali pesan jumlahnya bisa ratusan bungkus. Biasanya pembeli kepincut kemudian membawa pulang ke daerah masing-masing. Selain itu, pesanan juga datang dari pelanggan asal Singapura dan Arab Saudi,” ungkapnya.

Ia menambahkan kedua saudaranya juga membuka usaha serupa di Depok Jawa Barat dan warung di Semarang Barat. Segelas jahe rempah maupun wedang lainnya dijual seharga Rp 6.000 sampai Rp 11.000. (far)