Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Cerita Seniman Bule Goreskan Sketsa Lawang Sewu

Cerita Seniman Bule Goreskan Sketsa Lawang Sewu

METROSEMARANG.COM – Memasuki puncak acara Internasional Semarang Sketchwalk (ISSW) 2016 pada hari ini, Jumat (26/8), sebanyak 400 seniman sketsa menyebar di penjuru kota Semarang untuk mengabadikan tiap bangunan unik ke dalam goresan pensil. Dari ratusan artis sketsa tersebut, juga terdapat para seniman mancanegara yang terlibat dalam hajatan seni terbesar di Jawa Tengah tersebut. Ini merupakan rangkaian acara yang dihelar hingga 28 Agustus nanti.

Para seniman bule itu berasal dari negara-negara di belahan Eropa barat hingga ujung utara benua Amerika mulai dari kota Lisbon Portugal, Kanada, Spanyol, dan masih banyak lagi.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Yudi Mahaswanto, koordinator acara tersebut mengatakan pelibatan para artis sketsa luar negeri itu untuk menarik minat wisatawan agar mampir melihat acaranya dari dekat. “Karena kegiatan ini merupakan hajatan internasional. Maka, kita mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Semarang untuk menggelar even dua tahunan ini,” katanya.

Metrosemarang.com memantau, sejumlah seniman bule menyebar di semua sudut Lawang Sewu untuk membingkai tiap ornamen bernilai seni tinggi dengan goresan pensil. Yudi bilang, para artis sketsa juga mengeksplorasi kawasan Kota Lama, Jalan Letjen Suprapto mulai dari ujung Spiegel, Gedung Marba, Gereja Blenduk hingga Jembatan Berok yang legendaris itu.

Tak cukup sampai di situ saja, katanya. Artis-artis sketsa juga mengabadikan obyek unik di Gedung Bank Mandiri, Gedung Djakarta Lloyd, Gedung Pelni, Gedung Batik Indonesia, Gedung Suara Merdeka, Pabrik Rokok Praoe Lajar, gedung Perkebunan XV sampai menyusuri ragam gedung tua di Jalan Kepodang serta Gedung Kantor Pos Johar.

“Siang hingga sore harinya, peserta kami ajak ke Pecinan karena di sana terdapat bangunan bernilai historis tinggi macam Klenteng Tay Kak Sie, Gang Warung dan aktivitas pasar,” katanya.

Setelah mata artis sketsa dimanjakan dengan beragam bentuk gedung tua, mereka pada hari ketiga puncak acara lalu diajak ke Sam Poo Kong, klenteng peninggalan Laksamana Cheng Ho pada 1400 silam.

“Habis itu, rombongan peserta dijadwalkan bertolak ke Magelang untuk sketchwalk di Candi Borobudur, salah satu bangunan yang ditetapkan sebagai warisan UNESCO,” terangnya. (far)