Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Curah Hujan Tinggi, Lima Kabupaten di Jateng Rawan Longsor

Curah Hujan Tinggi, Lima Kabupaten di Jateng Rawan Longsor

METROSEMARANG.COM – Sebanyak lima kabupaten di Jawa Tengah dinyatakan rawan terkena bencana longsor setelah citra satelit BMKG mendeteksi tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut pada bulan ini.

Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana menyebutkan bila kelima kabupaten yang dimaksud antara lain Purworejo, Banyumas, Kebumen, Banjarnegara dan Cilacap. Di Banjarnegara misalnya, potensi bencana longsornya telah merata di 18 kecamatan.

Sebab, faktor cuaca yang tak menentu telah memicu pergerakan tanah di sejumlah rumah warga.

“Disitu (lima kabupaten) terdapat potensi rawan longsor lantaran ada gerakan tanah di rumah-rumah warga,” ungkap Sarwa saat meninjau persediaan logistik bagi para korban longsor dan banjir di kantornya, Jalan Imam Bonjol Semarang, Senin (16/10).

Namun, ia memastikan bahwa jalur evakuasi menuju areal aman telah dibuat oleh para relawan BPBD. Pun demikian dengan proses sosialisasi bahaya longsor, kata Sarwa saat ini sudah dilakukan secara berkelanjutan.

Pihaknya juga telah mengoptimalkan erly warning system (EWS) untuk mendeteksi tanah longsor sedini mungkin di lima kabupaten itu.

“Kami baru bisa memasang satu EWS di tiap wilayah karena terbentur mahalnya alat tersebut serta terbatasnya alokasi APBD dari pemerintah provinsi. Kemampuan dana kami enggak bisa berbuat banyak,” akunya.

Ia berharap dengan daya dukung yang serba terbatas, masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana tersebut. BPBD, menurutnya untuk saat ini sudah memperkuat persediaan logistik di gudang kantornya. Dana logistik senilai Rp 486 juta juga sudah digelontorkan ke setiap kabupaten/kota.

“Kami punya cadangan (logistik) sangat banyak untuk mengatasi longsor saat hujan lebat,” tandasnya. (far)