Home > METRO BERITA > Dalangi Sweeping Social Kitchen, Pentolan LUIS Dijerat Pasal Berlapis

Dalangi Sweeping Social Kitchen, Pentolan LUIS Dijerat Pasal Berlapis

METROSEMARANG.COM – Dua tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Edi Lukito dan Endro Sudarsono dijerat pasal berlapis dalam sidang dakwaan kasus sweeping Social Kitchen di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (21/3) siang.

Terdakwa perusakan Social Kitchen saat akan memasuki ruang sidang di PN Semarang, Selasa (21/3). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Seorang Jaksa Penuntut Umum dari PN Semarang, Umar Dani menyatakan, kedua terdakwa dijerat pasal 170 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sebab, terdakwa diduga melakukan perusakan pada orang dan barang yang ada di Cafe Social Kitchen.

“Sweping para terdakwa dilakukan di Jalan Abdurrahman Saleh Nomor 1 Banjarsari Surakarta dengan jumlah 30 orang,” ungkapnya.

Dakwaan yang dijatuhi untuk mereka lebih berat karena sudah mensweeping berulang kali di sejumlah tempat Kota Solo. Jaksa bilang ulah mereka dilakukan selama 2016 lalu.

Selain di Social Kicthen, keduanya juga mensweeping sebuah salon dan tempat mandi uap (spa) di Solo dan Sukoharjo. “LUIS sebelumnya telah mengadakan sweeping di salon dan spa diduga praktik mesum. Lalu, salon dan spa Sukoharjo pada Oktober 2016,” bebernya.

Selain Edi dan Endro, dalam sidang dakwaan siang ini terdakwa lainnya juga dihadirkan yakni Joko Sutarto, Yusuf Suparno, Suparwoto, Margiyanto, Yudi Wibowo, Ranu Muda Adi Nugroho, Mujiono Laksito, Sri Asmoro, Kumbang Saputra dan Mulyadi. Jumlahnya ada 12 terdakwa yang disidang tiga kali secara bergantian.

Para terdakwa juga mensweeping di Rumah Makan Bima di Solo. Razia rumah makan mereka lakukan pada November 2016.

Dalam dakwaan pun diungkapkan jaksa kalau sebelum sweeping, terdakwa berkumpul di Masjid Al Muttaqin, lalu bergerak ke lapangan Banjarsari untuk bergabung dengan simpatisan LUIS. Karena itulah, mereka didakwa dengan sengaja menyuruh melakukan perusakan hingga barang tidak bisa dipakai kembali di resto Social kitcen.

Usai sidang, kuasa hukum LUIS Anis Pujo Anshori mengaku keberatan dengan segala dakwaan yang dilontarkan jaksa. Ia beranggapan jaksa ragu untuk menggelar sidang atas kliennya. “Dia ragu-ragu soal KUHP-nya. Makanya kami ajukan eksepsi pekan depan saja,” tukasnya. (far)