Home > METRO BERITA > Daun-daun Berlumpur Itu Kini jadi Untaian Kaligrafi

Daun-daun Berlumpur Itu Kini jadi Untaian Kaligrafi

METROSEMARANG.COM – Sekelompok pemuda Karang Taruna di Kamudhanaga, Semarang terlihat percaya diri memajang untaian kaligrafi yang dibuat dari tumpukan dedaunan kering. Di tangannya, tumpukan dedaunan yang telah direndam lumpur itu rupa-rupanya mampu ia ubah jadi huruf-huruf kaligrafi Arab yang indah.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Awalnya terinspirasi dari banyaknya dedaunan yang berjatuhan dan berserakan. Kenapa tidak dimanfaatkan?,” kata Hasanah, anggota Karang Taruna Hamudhanaga, Minggu (2/10).

Ia awalnya mengaku prihatin dengan daun yang berserakan di jalanan. Maka ia lalu memungutnya dan dibawa pulang.

Bersama teman-temannya, ia merendam daun dengan lumpur untuk selanjutnya direbus dengan cairan kimia. Proses selanjutnya disikat hingga tersisa tulang daunnya. Terakhir langsung dilakukan tahap pewarnaannya.

Ia menjelaskan tak semua daun yang dapat dipakai untuk membuat kerajinan kaligrafi. Sebab, tekstur daun yang cocok yakni hanya daun kering dari pohon boddhi, sirsak, dan mahoni.

“Hasilnya jadi gantungan kunci, bunga hias, pembatas buku, serta kaligrafi,” ungkapnya seraya menunjukan hasil karyanya yang dipamerkan dalam ajang Expo Kepemudaan Kota Semarang 2016 yang pada Minggu.

Hanifah Widyasari, temannya pun menimpali bahwa aktivitasnya membuat kaligrafi dari dedaunan dilakukan kala senggang sepulang kuliah dari Fakultas Psikologi Unnes. Ia juga dibantu para ibu yang ada di kampungnya.

“Sekitar setahun lalu dimulai. Bahan dari daun dipilih karena lebih prospek dan bahannya sederhana. Kita pasarkan secara online dulu,” tukasnya. (far)