Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Debut Mengecewakan Bhayangkara U-21 di Semarang

Debut Mengecewakan Bhayangkara U-21 di Semarang

METROSEMARANG.COM – Bhayangkara FC gagal memberi kesan manis di laga kandang perdana Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21. Eksekusi penalti Zulfiandi di penghujung laga menghindarkan timnya dari kekalahan saat menjamu PS TNI di Stadion Jatidiri, Sabtu (10/9) sore.

Bhayangkara U-21 gagal menang di laga kandang perdana. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Bhayangkara U-21 gagal menang di laga kandang perdana. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Duel lawan PS TNI yang menjadi pemuncak klasemen Grup 1, menandai debut kandang Bhayangkara U-21. Pada tiga laga sebelumnya, skuat racikan duet pelatih Yusuf Ekodono dan Nova Arianto harus bertanding di kandang lawan.

Kemenangan menjadi target absolut bagi Bhayangkara U-21 demi meraih simpati suporter sejak mereka berpindah home base ke Semarang, akhir pekan kemarin.

Mengusung target menang, Heri Setiawan dkk justru kerepotan meladeni The Young Army yang tampil minus top skor mereka Frets Listanto Butuan. Bahkan, tuan rumah sudah tertinggal sejak menit 26 setelah sundulan Huznuzhon gagal diantisipasi kiper Panggih Prio Sembodho.

Bentrok dua tim papan atas tersebut memang berlangsung panas. Gol Huznuzhon menjadikan tensi pertandingan meningkat dan menjurus kasar. Beberapa kali wasit Fajar Emanuel Ginting mendapat protes dari tim tamu.

Keputusan wasit memberikan penalti buat Bhayangkara FC di menit 90 menjadi klimaks dari drama pertandingan ini. Sang pengadil menunjuk titik putih setelah striker Bhayangkara, Irawan Rizky Anggoro terjatuh di area terlarang.

Keputusan tersebut mendapat protes keras dari kubu TNI dan membuat pertandingan terhenti beberapa saat. Namun, wasit tetap bergeming dan hadiah penalti sukses dieksekusi Zulfiandi sekaligus menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Hasil ini mengakhiri rentetan tiga kemenangan beruntun yang ditorehkan The Young Army. Namun, posisi Thoifatul Wakid masih aman di puncak klasemen dengan torehan 10 poin, sedangkan Bhayangkara muda belum beranjak dari posisi runner up dengan koleksi enam angka.

Meski timnya gagal melanjutkan streak kemenangan, pelatih PS TNI U-21 Mayor CPM Miftahudin enggan berkomentar tentang kepemimpinan wasit. “Sangat disayangkan kami tidak bisa mempertahankan keunggulan. Apapun hasilnya sebenarnya tak masalah,” ujarnya.

Kekesalan justru diungkapkan kapten Thoifatul Wakid. Dia menilai wasit sudah merusak permainan timnya. “Kalau ingin sepakbola Indonesia maju, harus dimulai dengan menjunjung fairplay dan keadilan di lapangan,” cetusnya.

Sementara di kubu Bhayangkara, Yusuf Ekodono menyayangkan anak asuhnya yang terlalu sering membuang peluang. “Pemain kami juga kerap kehilangan konsentrasi saat mendapat tekanan dari lawan. Ini tentunya menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan seanjutnya,” urainya.

Duel panas tersebut bakal berlanjut saat kedua tim kembali bertemu di Stadion Pakansari, Bogor pada 2 Oktober mendatang. Dari markas TNI, Bhayangkara berturut-turut akan menjamu Semen Padang, Persija dan Persib Bandung. (twy)