Demi Ijazah, Nekat jadi Kurir Sabu

METROSEMARANG.COM – Seorang pemuda bernama Rio Nur Sanjaya (19) diringkus petugas Polsek Pedurungan setelah ketahuan hendak mengedarkan sabu. Dia nekat menjadi kurir sabu demi mengambil ijazah SMA lantaran belum melunasi uang sekolah.

Dua pemakai dan kurir sabu diamankan di Mapolsek Pedurungan. Foto: metrosemarang.com/efendi

Rio ditangkap bersama seorang pengguna sabu bernama Sudarmono (40) di Jalan Brigjen Sudiarto pada akhir Januari 2018 lalu. Mereka diringkus saat hendak mengambil paketan sabu yang berada di bawah genteng di dekat pos kamling Jalan Kauman Barat III.

“Mereka celingukan sambil kelihatan baca SMS. Anggota kami yang berada di dekat lokasi mengintai gerak-gerik mereka. Setelah kecurigaan menguat, dihampiri,” ujar Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi di Mapolsek Pedurungan, Jalan Brigjen Sudiarto, Kamis (8/2).

Setelah disergap, kepada petugas saat itu Rio mengaku memang sedang mencari paketan sabu. Bersama polisi, Rio kemudian mencari sabu itu dan menemukannya di bawah genteng dekat pos kamling.

Paket sabu tersebut disembunyikan dalam kotak bungkus rokok. “Dicari disaksikan masyarakat di sekitar, barangnya ditemukan di bawah genteng,” tandas Mulyadi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, sabu itu kemudian ditimbang oleh petugas dan diketahui beratnya 8,6 gram.

Sementara, dari pengakuan Rio, awalnya ia diboncengkan Sudarmono menggunakan motor hendak mengambil kaos di Pasar Johar. Kemudian Rio mendapat pesan melalui ponselnya dari seorang kenalannya bernama Anton untuk mengambil sabu di alamat yang sudah ditentukan.

“Jalan Kauman Barat 3, ki mengko almt tak kirim…diwoco dipelajari dilewati titike.. nek wes ketok gendenge lagi dijupuk ya,” begitu isi pesan Anton kepada Rio yang artinya, “Jalan Kauman Barat 3, ini nanti alamat aku kirim, dibaca dipelajari dilewati titiknya, kalau sudah kelihatan gentengnya baru diambil ya”.

Merasa butuh uang, tanpa ragu Rio mengajak Sudarmono menuju ke alamat yang dikirim oleh orang yang bernama Anton itu. Namun sayang sesampai di lokasi ia justru mendapat intaian dari petugas Polsek Pedurungan dan gagalah ia mengedarkan sabu tersebut.

“Ya karena butuh uang. Saya sudah lulus SMA di Boja (Kendal), tapi masih ada utang SPP. Ijazah masih di sekolahan,” kata pemuda asal Kendal itu.

Rio juga mengaku, desakan ekonomi memang membuatnya rela menjadi kurir sabu. Ia dijanjikan upah sebanyak Rp 200 ribu setiap berhasil mengantarkan 1 gram sabu. “Saya sudah pernah nganter 3 kali, tapi yang ini belum dibayar,” kata Rio.

Sedangkan Sudarmono mengaku memakai sabu untuk menambah stamina. “Ya saya pakai, biar kuat nyetir, buat nambah stamina juga,” tukas lelaki yang mengaku bekerja sebagai sopir travel tersebut. (fen)

You might also like

Comments are closed.