Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Demi Pasien, Dokter Bram Berlebaran di Rumah Sakit

Demi Pasien, Dokter Bram Berlebaran di Rumah Sakit

Dokter
Dokter
Dokter Bram rela korbankan lebaran demi pasien.
Dokter Bram rela korbankan lebaran demi pasien.

KENDAL – Bagi kebanyakan warga muslim, lebaran atau hari raya idul fitri merupakan momen paling ditunggu untuk bercengkerama dengan keluarga. Tetapi bagi orang-orang yang memiliki profesi tertentu hal tersebut tidak berlaku. Seperti halnya dokter jaga IGD , Linmas, Petugas Kesehatan dan Polisi serta TNI yang harus selalu siap siaga melayani masyarakat yang merayakan lebaran.

Melayani tanpa batas waktu, kata-kata motivasi itulah yang selalu menjadi semangat salah seorang dokter instalasi gawat darurat di RumahSakit Islam kendal (RSI) Weleri Kendal.. Bahkan kata-kata itulah yang selalu menjadi penyemangat dirinya ketika harus meninggalkan keluarga untuk melayani warga yang membutuhkan apalagi di saat lebaran.

Adalah Dokter Alexander Bramukhaer, setidaknya sudah dua tahun terakhir ia harus meninggalkan anak dan istrinya ketika lebaran tiba guna melayani pasien rumah sakit. Tetapi ia mengaku tak pernah menyesali hal tersebut.Baginya, kesehatan pasien merupakan yang paling utama sehingga kapanpun ia dibutuhkan hanya ada kata siap melayani.

“Keluhan dari keluarga seperti istri dan anak sudah sering , tetapi dengan penjelasan singkat mereka akhirnya bisa memahami dan mengerti mengenai tugas yang harus diemban saya,” jelasnya.

Biasanya dokter Bram akan memilih waktu lain untuk mengganti waktu berkumpul bersama keluarga yang hilang saat libur lebaran tiba. Sehingga waktu untuk bercengkerama dengan anak dan istrinya tak pernah sirna.

Menurutnya libur lebaran sangat rentan terhadap berbagai hal yang menyebabkan seseorang menjadi pesakitan di rumah sakit. Beberapa diantaranya diakibatkan oleh kecelakaan saat perjalanan mudik dan keracunan makanan saat lebaran. Oleh karena itu dirinya akan selalu siap memberikan pengabdiannya agar para pasien dapat segera sembuh dari sakitnya.

Sama dengan dokter Bram, IPTU Abdullah Umar yang bertugas mengamankan arus lalu lintas sudah terbiasa dengan pekerjaan yang dilaksanakan bertepatan dengan lebaran. Sebagai perwira,tanggungjawab sebagai kepala subpos pam tidak bisa ditinggalkan meski rumahnya dekat.

“Untuk tahun ini istri dan anak mudik ke Kalimantan dan saya jelas tidak bisa karena tugas. Apalagi di subpospam Pasar Sore Kaliwungu tugasnya bukan hanya usai arus mudik dan balik saja tetapi ada tradisi syawalan yang rawan kejahatan. (MS-05)