Home > METRO BERITA > Dendam, Alasan Cekre Habisi Pria di Flyover Arteri Yos Sudarso

Dendam, Alasan Cekre Habisi Pria di Flyover Arteri Yos Sudarso

Barang bukti yang berhasil disita dari tangan Cekre. Sedangkan gobang sudah dibuang di dermaga Tanjung Emas. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Barang bukti yang berhasil disita dari tangan Cekre. Sedangkan gobang sudah dibuang di dermaga Tanjung Emas. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – “Saya kesal dilempar batu” adalah salah kalimat yang keluar dari mulut Sari Mustofa alias Cekre (23), pelaku pembunuhan  pria tanpa identitas di lahan kosong di bawah fly over Jalan Arteri Yos Sudarso, Selasa  27 Januari 2015 lalu. Kekesalannya itu dilampiaskan dengan membacok kerban hingga belasan kali menggunakan gobang.

Setelah ditangkap petugas Resmob Polrestabes Semarang, Jumat (6/2), pria yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan pabrik itu mengaku menyimpan dendam begitu mendalam kepada korban. Diceritakannya, satu minggu sebelum kejadian, dirinya berpapasan dengan korban saat istirahat kerja. Kemudian korban mengambil batu besar lalu dilemparkan dan mengenai bagian belakang Cekre.

“Saya berpapasan dengan dia (korban.red), namun tak tahu kenapa lalu dia melempar saya pakai batu besar, kemudian saya lari,” ungkap Cekre saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Minggu (8/2).

Alhasil rasa dendam yang dialami Cekre menjadi pemicu aksi brutal yang dilakukannya. Saat akan mengsekusi korban, pelaku  mengambil sebilah gobang di rumah usai pulang kerja dan menghampiri korban di lahan kosong di samping gedung Puri Baruna.

“Saya melihat dia, dan langsung saya bacok kepalanya. Kemudian dia jatuh saya bacok lagi kena perut kanan, dia sempat melempar batu lalu bangkit dan mencoba lari saya kejar sambil saya bacok hingga dia tersungkur,” tambah pelaku.

Bahkan, setelah  tersungkur  pelaku sempat menerangi wajah korban dengan lampu senter ponsel untuk memastikan korban sudah tewas.

“Saya seret, dan saya tutupi pakai rumput kering, setelahnya saya buang gobang itu ke sekitar laut di dekat tempat saya bekerja,” ujar pelaku.

Sementara, Kapolrestabes Polrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, motif pelaku membunuh korban karena sakit hati dilempar batu oleh korbannya. “Karena tindakan ini sudah direncanakan pelaku, akibatnya pelaku akan dijerat pasal 338 KUHP, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.‬(yas)