Home > METRO BERITA > Dewan Ingin Pedagang Pasar Waru Dibebaskan Biaya Retribusi

Dewan Ingin Pedagang Pasar Waru Dibebaskan Biaya Retribusi

METROSEMARANG.COM – Pedagang korban kebakaran Pasar Waru diminta dibebaskan dari biaya retribusi. Selain itu segera dibangunkan lapak sementara.
Sehingga dapat segera berjualan dengan aman dan nyaman.

Rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang ketika meninjau lokasi kebakaran Pasar Waru, Jumat (25/11). Biaya retribusi pedagang korban kebakaran diminta untuk dihapus. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang ketika meninjau lokasi kebakaran Pasar Waru, Jumat (25/11). Biaya retribusi pedagang korban kebakaran diminta untuk dihapus. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Pedagang saat ini berjualan di lapak yang dibangun sendiri di depan pasar. Kondisinya dinilai kumuh dan suasananya semrawut. Hanya beralas meja dan bahkan reklame bekas tanpa atap.

“Dinas Pasar harus secepatnya membangunkan lapak karena sudah ada
anggaran tanggap daurat sekitar Rp 1 miliar,” kata Ketua Komisi B DPRD
Kota Semarang, Muallim, ketika melakukan tinjauan pasar, Jumat
(25/11).

Untuk pembebasan biaya retribusi diminta dilakukan sampai satu tahun,
atau minimal sampai pedagang menempati kembali Pasar Waru yang akan direvitalisasi. Sehingga sedikit meringankan beban para pedagang
korban kebakaran.

Ditambahkan, untuk detail engineering design (DED) Pasar Waru yang sudah jadi juga harus dievaluasi. Karena DED itu dibuat sebelum pasar terbakar. Pasti perlu ada penyesuaian termasuk anggaran yang sudah dianggarkan Rp 17 miliar.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Hanik Khoiru Solikhah, minta meski ada evaluasi DED pembangunan pasar tetap harus dilakukan secepatnya. Agar pedagang tidak terlalu lama di tempat relokasi.

“Karena namanya lapak sementara  fasilitasnya tentu ala kadarnya. Kasihan kalau terlalu lama,” katanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko mengatakan, sudah
memesan rangka baja untuk membuat lapak sementara. Penataan tempat
relokasi akan dilakukan mulai Sabtu (26/11) atau Senin (28/11), dan diperkirakan selesai 3 minggu sampai 1 bulan.

“Untuk pembebasan biaya retribusi mungkin juga bisa, ketika kebakaran
Johar juga bisa. Kami akan evaluasi,” katanya. (duh)