Home > METRO BERITA > Dewan Minta Pembebasan Tanah Underpass Jatingaleh Dipercepat

Dewan Minta Pembebasan Tanah Underpass Jatingaleh Dipercepat

Pembebasan lahan untuk underpass Jatingaleh harus secepatnya rampung, agar pengerjaan fisik bisa segera dilakukan. Foto: metrosemarang.com
Pembebasan lahan untuk underpass Jatingaleh harus secepatnya rampung, agar pengerjaan fisik bisa segera dilakukan. Foto: metrosemarang.com

SEMARANG – Panitia Pembebasan Tanah (P2T) proyek underpass Jatingaleh diminta lebih serius dalam melakukan pembebasan tanah warga. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto di Balai Kota, Senin (30/3).

Menurutnya, proses pembebasan lahan underpass tinggal 32 persen yang semestinya bisa dikebut hingga pertengahan tahun ini. “Tinggal sedikit, bisa dikebut dicicil dari sekarang. Mungkin P2T bisa lebih dulu melakukan sosialisasi atau kesepakatan. Pembayaran baru dilakukan jika uang APBD 2015 sudah turun,” terangnya.

Semakin cepat rampung pembebasan lahan ini, lanjutnya, maka proyek fisik underpass bisa digarap lebih cepat. Diakui, Satker Metro tidak mungkin melakukan pembangunan lebih dulu jika pembebasan lahan belum rampung. Untuk diketahui, pembangunan proyek Underpass ini, ada tiga wilayah yang terkena dampak, yakni Ngesrep, Tinjomoyo dan Jatingaleh.

Karenanya, hal ini akan menjadi pertaruhan bagi Pemkot Semarang dalam keseriusan mengatasi kemacetan di Jatingaleh. Pasalnya pembebasan lahan menjadi tanggungjawab Pemkot sementara proyek fisik menjadi wewenang pemerintah pusat.

“Jangan sampai anggaran pembebasan lahan tidak terserap dan menjadi Silpa, eman-eman,” tukasnya. Diakui, banyak anggaran pembebasan lahan di Pemkot yang sering tidak terserap. Karenanya, Badan Anggaran DPRD Kota Semarang seringkali tidak mau menerima pengajuan anggaran pembebasan lahan yang belum tentu pekerjaan fisiknya akan dilakukan. (ade)