Home > METRO BERITA > Dewan Sayangkan Pemkot Tak Miliki Data Base Banjir

Dewan Sayangkan Pemkot Tak Miliki Data Base Banjir

image
Rob belum sepenuhnya hilang dari Kota Semarang. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono menyayangkan pemerintah kota yang tidak memiliki data base mengenai daerah banjir dan genangan air. Data base tersebut seharusnya dimiliki karena penting sebagai acuan untuk melakukan upaya penanganan banjir dan rob.

‘’Seharusnya pemerintah kota memiliki data base daerah banjir dan genangan air tersebut, sehingga program penanganan yang dilakukannya akan terarah dan terukur,’’ kata Wiwin dalam diskusi interaktif yang digelar oleh DPRD Kota Semarang di salah satu hotel di Semarang, Senin (20/10/2014).

Menurut Wiwin, penanganan daerah banjir dan genangan air oleh pemerintah kota saat ini tidak jelas progressnya karena tidak ada data base. Semestinya itu sudah berkurang jumlahnya karena setiap tahun anggaran ada dana yang dialokasikan untuk program penanggulangan. Tetapi pada kenyataannya, banjir masih utuh terjadi di kota ini bahkan cenderung tidak berkurang cakupan wilayahnya.

‘’Misalnya ada 20 titik banjir dan genangan air, kalau setiap tahun dianggarkan bisa menyelesaikan 5 titik, maka selama 5 tahun kita seharusnya bisa melihat permasalahan banjir ini selesai. Tapi kenyataannya banjir saat ini masih utuh, padahal tiap kita alokasikan anggaran untuk penanganan,’’ terangnya.

Pembicara lainnya dalam diskusi, Robert J Kodoatie, dari Fakultas Sipil Undip Semarang mengatakan dalam mengatasi masalah banjir pemerintah kota hanya fokus pada air permukaan saja. Padahal semestinya juga memperhatikan pelepasan air tanah dan penurunan permukaan tanah yang terjadi di daerah sepanjang pantai. Jika kedua masalah ini tidak ikut ditangani maka penanganan banjir akan percuma.

‘’Ada cekungan besar di dasar samudera daerah Purwodadi sehingga air masuk ke wilayah Semarang, kemudian terjadi pelepasan air tanah di daerah pantai Semarang. Sedangkan penurunan muka tanah di daerah pantai terutama pelabuhan juga kejadiannya sudah mencapai 15 centimeter per tahun,’’ tegasnya. (MS-13)