Dicemooh Warga, Pelaku Pembunuhan di Permata Puri Peragakan 36 Adegan

METROSEMARANG.COM – Polisi menggelar reka ulang kasus pembunuhan Meta Novita Handayani, Senin (12/3). Dua tersangka dihadirkan di lokasi, Perumahan Permata Puri Ngaliyan dan memeragakan sebanyak 36 adegan.

Reka ulang kasus pembunuhan Meta Novita Handayani, Senin (12/3). Foto: metrosemarang.com/efendi

Cemoohan warga terdengar saat kedua tersangka, Rifai (23) dan YA (16) keluar dari mobil Polisi. “Wuuuu, kuwi rak bocahe (Itu dia anaknya). Kok tega ya mateni wong kaya ngono (Kok tega ya membunuh orang seperti itu),” suara dari kerumunan warga yang menyaksikan jalannya rekonstruksi.

Adegan diawali dengan kedua tersangka berboncengan melewati rumah korban. Saat itu dua orang saksi yang tidak lain adalah tetangga korban melihatnya. Saksi juga mengenal YA lantaran ia sempat bekerja sebagai pembantu di rumah korban.

Selanjutnya, sepasang kekasih itu mendatangi rumah Meta dan membeli minuman. Saat korban berjalan ke arah lemari es, Rifai membekap dari belakang hingga terjatuh. Dia juga menusukkan pisau ke tubuh korban.

Setelah mengetahui tak bernyawa, Rifai kemudian menarik Metha ke dalam kamar. Sedangkan YA terlebih dulu kabur keluar rumah.

“Adegan pembunuhan di antara adegan 21 sampai 22. Korban awalnya dibekap oleh tersangka laki-laki kemudian ditusuk menggunakan pisau,” ujar Kapolsek Ngaliyan, Kompol Donny Eko Listianto.

Saat masih berada di dalam rumah, Rifai juga ternyata sempat membekap anak bungsu korban, Ronako. Anak balita itu dibekap menggunakan guling lantaran menangis dan tak kunjung diam.

Mendengar tangisan tersebut, salah seorang tetangga berteriak dan memanggil beberapa mahasiswa yang tinggal di rumah kontrakan di samping kanan rumah korban. Keempat mahasiswa tersebut sempat berusaha menghalangi tersangka.

Bahkan sebelum akhirnya tersangka kabur dengan menggunakan sepeda motor, salah seorang mahasiswa M Andre Fernanda sempat memotret kendaraan yang dikendarai tersangka.

Untuk diketahui, pembunuhan terhadap ibu tiga anak tersebut terjadi pada Kamis (1/3) lalu. Rifai tega melakukan itu untuk membalaskan dendam YA lantaran sering dibentak dan disumpahi oleh korban. (fen)