Home > METRO BERITA > Didakwa Korupsi Duit PNPM, Mahfud Kapok Jadi Koordinator BKM

Didakwa Korupsi Duit PNPM, Mahfud Kapok Jadi Koordinator BKM

image
Mahfud (kanan) saat menghadiri sidang tuntutan atas kasus yang menjeratnya di Pengadilan Tipikor Semarang. Foto Metro

SEMARANG — Ketua Rukun Warga (RW) di Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Utara, Mahfud Efendi, mengungkapkan penyesalannya setelah didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Kepada wartawan, Mahfud bercerita bahwa ia menyesal menjadi koordinator Bantuan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di kelurahan setempat, di mana ia juga menjadi Ketua RW.

“Menyesal. Mbok biyen tidak usah jadi koordinator. Kalau keluar saya tidak mau menjabat lagi,” kata Mahfud saat ditemui di Pengadilan Tipikor Semarang, sebelum bersidang, Senin (11/8/2014).

Mahfud didakwa melakukan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan di Kelurahan Sarirejo tahun 2012. Setelah proposal diajukan, Mahfud selaku koordinator BKM Sarirejo, menerima pencairan dana Rp 95 juta. Dana tersebut 90 persennya berasal dari APBN dan sebesar 10 persen dari APBD. Akibat perbuatannya, negara dirugikan mencapa Rp 84,1 juta.

“Saya masih berusaha mencari pinjaman untuk mengembalikan uang itu (kerugian negara-red),” ungkapnya.

Menurut Mahfud, dari jumlah seluruh dana tersebut, hanya 50 persen yang ia gunakan. Sisanya untuk pembiayaan proyek. “Laporannya memang tidak jelas,” jelas pria yang telah menjadi Koordinator BKM Sarirejo selama tiga tahun.

Jaksa menuntut mahfud dengan hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subisder tiga bulan penjara. Kerugian negara sebesar Rp 84,1 juta juga dibebankan kepada Mahfud, wajib. (MS-12)