Home > METRO BERITA > Digusur Satpol PP, PKL Sendowo Geruduk Balai Kota

Digusur Satpol PP, PKL Sendowo Geruduk Balai Kota

METROSEMARANG.COM – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) mendatangi Balai Kota Semarang untuk menanyakan kejelasan nasib mereka setelah sebelumnya lapak mereka dikosek Satpol PP karena dinilai menyalahi aturan. Koordinator pedagang, Zainal Petir mengecam tindakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang secara paksa membongkar lapak mereka tanpa musyawarah.

Puluhan PKL Sendowo mendatangi Balai Kota Semarang mempertanyakan kejelasan nasib pasca penggusuran. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Puluhan PKL Sendowo mendatangi Balai Kota Semarang mempertanyakan kejelasan nasib pasca penggusuran. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

“Selama ini pedagang membayar retribusi sebesar Rp 1.000 hingga Rp 5.000 kepada petugas yang mengaku merupakan pegawai Dinas Pasar Kota Semarang. Jika itu kawasan larangan berdagang, seharusnya tidak ada retribusi,” kata dia geram, Kamis (15/9).

Salah satu pedagang PKL Jalan Sendowo, Suarni mengatakan ingin segera kembali berjualan untuk kebutuhan sehari-hari. Dia mengira, dengan ditarik retribusi dari mereka, posisi PKL adalah PKL resmi.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko menjelaskan, upaya Pemerintah Kota Semarang menjadikan Kota Lama sebagai Kota Warisan Dunia harus didukung PKL. Pihaknya menyediakan dua alternatif tempat, yakni di Pasar Banjardowo dan Pasar Tanah Mas.

Menanggapi terkait isu oknum pegawai Dinas Pasar yang melakukan pungutan retribusi tersebut, dia mengaku tidak tahu-menahu. “Saya malah baru tahu, tapi pagi tadi langsung saya panggil. Selama ini uang retribusi langsung masuk ke dalam pendapatan daerah,” terangnya. (ade)