Home > Berita Pilihan > Diguyur Hujan Seharian, Ratusan Rumah di Kendal Terendam Banjir

Diguyur Hujan Seharian, Ratusan Rumah di Kendal Terendam Banjir

METROSEMARANG.COM – Hujan yang mengguyur kawasan Pantura Jateng sepanjang Jumat (2/6) mengakibatkan ratusan rumah di Kabupaten Kendal terendam banjir. Air mulai masuk sejak Sabtu (3/6) dinihari, saat warga hendak sahur.

Banjir menggenangi permukiman warga di Kabupaten Kendal, Sabtu (3/6) pagi. Foto: metrojateng.com

Banjir kiriman dari wilayah Kendal atas ini sempat membuat santri di Pondok Pesantren putri Al Hidayah Kota Kendal panik. Air datang secara mendadak saat bersiap menyantap sahur, santri dan pengurus pondok pesantren terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk istirahat.

Pengurus ponpes mengatakan, hujan sejak Jumat malam mengakibatkan Sungai Kendal yang tidak jauh dari pondok pesantren meluap. Luapan air mulai masuk ke dalam pondok pesantren sekitar pukul 02.00 dinihari.

Pengurus kemudian membangunkan santri untuk memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. “Air yang menggenangi pondok pesantren ini mencapai ketinggian 40 centimeter sehingga mengganggu aktivitas santri,” ujar Ahmad Mubin, pengurus Ponpes Al Hidayah Kendal.

Dikatakan, ponpes ini memang kerap dilanda banjir jika Sungai Kendal meluap karena posisinya terlalu rendah dibandingkan jalan. Selain menggenangi pondok pesantren, ratusan rumah di tujuh kelurahan di Kecamatan Kota Kendal juga terendam banjir. Tujuh kelurahan ini merupakan langganan banjir jika hujan deras mengguyur kendal dan Sungai Kendal meluap.

“Sedimentasi yang tinggi dan banyak sampah yang dibuang ke sungai membuat aliran air terhambat dan meluap hingga ke permukiman warga,” kata Ainurokhim warga Gang Rajin Kendal.

Sejumlah warga nampak membersihkan sampah yang menyumbat di aliran sungai agar air lancar. Warga mengaku, banjir kiriman akibat luapan sungai Kendal biasanya akan surut dalam waktu dua hingga tiga jam, namun hingga Sabtu pagi air justru semakin tinggi.

“Ini agak lama surutnya karena  muara sungai sedang mengalami pasang air laut sehingga air tidak bisa mengalir ke muara,” imbuhnya. (metrojateng.com/MJ-01)

 

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link