Home > Berita Pilihan > Dihantam Cuaca Buruk, Puluhan Nelayan Kendal ‘Terdampar’ di Semarang

Dihantam Cuaca Buruk, Puluhan Nelayan Kendal ‘Terdampar’ di Semarang

METROSEMARANG.COM – Puluhan nelayan asal Kabupaten Kendal terpaksa menepi di Kampung Tambaklorok Semarang Utara lantaran sejak seminggu terakhir diterjang cuaca ekstrem. Di Kampung Tambaklorok sebagai sentra perikanan lokal terdapat banyak perahu yang bersandar.

Nelayan asap Kendal harus mencari Ikan sampai Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mualimin, seorang nahkoda perahu nelayan asal Kendal harus bersusah payah menjala ikan sampai ke perairan Semarang karena situasi hasil tangkapan di daerah asalnya yang relatif sepi.

“Kena cuaca ekstrem seperti ini kita jadi kesulitan cari ikan di Kendal, di Tambaklorok masih mendingan bisa curi-curi waktu menangkap ikan setiap pukul 00.00 WIB dini hari,” kata Mualimin kepada metrosemarang.com, saat menepikan perahunya di Tambaklorok, Jumat (10/2) pagu.

Ia mengaku menghabiskan 15 liter solar tiap menjalankan ikan di laut lepas. Pemakaian solar bahkan bertambah bila ia memilih berlayar sampai ke daerah lainnya. “Habis solar 25 liter kalau di luar Semarang,” katanya.

Tapi, di Tambaklorok ia juga hampir setali tiga uang. Kini, pendapatannya merosot drastis. Ia sekarang kesulitan menjala ikan karena gelombang perairan Semarang seminggu terakhir sangat tinggi.

“Sampai-sampai kita takut buat berlayar malam hari,” sahut Ari Setiawan, nelayan lainnya.

Ari berkata kondisi cuaca buruk seperti saat ini membuat hasil tangkapannya merosot drastis. Bila hari normal ia dapat menjaga 500 kilogram ikan segar, kini hasilnya hanya 50 kilogram.

“Turun banyak karena angin kencang dan ombak di lautan sangat tinggi, sulit kita buat dapat ikan,” ungkap Ari.

Menurutnya, hasil tangakapnnya selama ini bervariatif. Bila dewi fortuna menghampirinya, ia dapat ikan besar macam ikan pari dan sejenisnya yang bernilai jual tinggi. Namun, jika sedang bernasib sial, tangkapannya paling banter ikan teri, centeng dan cumi-cumi.

“Seminggu terakhir pada menganggur karena terkena imbas cuaca buruk. Ya, kita kalau tiap hari cuma memperbaiki perahu sama jala saja di sini,” jelasnya.

Para nelayan Kendal saat cuaca normal biasanya berlayar pukul 19.00 WIB hingga pagi hari. Saat ini ada belasan perahu yang memilih bersandar sembari menunggu cuaca mereda kembali. “Ini satu perahu ada 10 ABK, mudah-mudahan bisa berlayar lagi, Mas. Kita mau cari utangan dulu biar bisa makan,” tuturnya. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link