Home > METRO BERITA > Diintimidasi FPI, Ajang Pesta Bir Batal Digelar

Diintimidasi FPI, Ajang Pesta Bir Batal Digelar

METROSEMARANG.COM – Manajemen toko Cofee and Beer Garden terpaksa membatalkan penyelenggaraan acara lomba minum bir sepuasnya yang semula akan dihelat di toko mereka di Jalan Dr Cipto Semarang pada Kamis (22/9) pekan depan.

Markaz Kopi & Beer Garden Foto: tripadvisor
Markaz Kopi & Beer Garden
Foto: tripadvisor

Bandi, seorang barista yang bekerja di Garden Beer mengaku ketakutan setelah manajemen memberitahukan bahwa acaranya akan dibatalkan.

“Yang jelas manajemen langsung ngontak saya untuk membatalkan acara tersebut,” kata Bandi kepada¬†metrosemarang.com, Jumat sore (16/9).

Meski begitu, Bandi mengatakan sejauh ini pihak manajemen belum menyiapkan acara pengganti pasca pembatalan tersebut. Garden Beer, lanjut Bandi, selain menjual bir juga menawarkan minuman kopi kepada pengunjungnya.

Namun sayangnya, selama ini relatif sepi pengunjung sehingga dengan adanya ajang pesta bir sedikit banyak diharapkan mampu memperkenalkan toko minuman itu kepada masyarakat luas.

“Tapi kebetulan yang baru daftar lomba tiga orang. Jadi saat dibatalkan, memang belum banyak yang mendaftar,” akunya.

Sementara itu, Zainal Abidin Petir, Ketua Tim Advokasi Hukum FPI Jateng mengatakan bila ia telah mengontak pihak toko minuman itu agar acara lombanya dibatalkan.

Ia berdalih hal itu bertujuan melindungi generasi muda dari bahaya minuman keras (miras) apalagi jika dilombakan, maka berpotensi mengarah ke sebuah budaya menenggak miras.

“Kita lihat sendiri peserta yang diwajibkan ikut minimal usia 18 tahun. Itu kan generasi muda. Makanya, saya menganggap ajang itu melanggar nilai-nilai agama dan saya yang berpegang teguh pada Nahi Mungkar wajib menggagalkannya,” ungkap Petir.

Ia sendiri sebelumnya telah mendatangi Mapolda Jateng dan Mapolrestabes Semarang untuk meminta izin mensweeping bila acaranya tetap digelar. “Terlebih lagi, itu kan enggak ada izin dari polisi,” kilahnya.

Ia pun menilai ajang pesta bir itu telah melecehkam umat Islam. Acara itu juga ia tuding sebagai upaya terselubung untuk merusak generasi muda.

“Kami mengamati kenakalan anak anak remaja maupun kriminalitas tidak terlepas karena berawal dari minuman keras,” tukasnya. (far)