Home > METRO BERITA > Dikecewakan Pemerintah, Atlet Angkat Besi Ini Pilih jadi Gali

Dikecewakan Pemerintah, Atlet Angkat Besi Ini Pilih jadi Gali

METROSEMARANG.COM – Dua pelaku pencurian sepeda motor berhasil ditangkap polisi dari Polsek Pedurungan Kota Semarang. Salah satu tersangka mengaku sebagai atlet berprestasi dalam kejuaraan angkat besi.

Bagus alias Entus, atlet angkat besi yang kini beralih profesi menjadi maling motor. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Bagus alias Entus (kanan), atlet angkat besi yang kini beralih profesi menjadi maling motor. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Mereka adalah Bagus Danu Saputra alias Entus (21) warga Gayamsari RT 05 RW 01 Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari dan rekannya Mamang Rudi Asmoro alias Rudi (27) warga Jalan Jeruk VIII no 32 RT 11 RW 04 Kelurahan Lamper Kecamatan Semarang Selatan.

Bagus merupakan salah satu atlet angkat besi yang pernah berlaga di berbagai level kejuaraan, baik regional maupun internasional. Beberapa prestasi yang ia sebutkan antara lain kejuaraan nasional di Banyumas, Jakarta, Kalimantan dan Riau dengan torehan medali emas.

Namun, Bagus merasa kecewa dengan perlakuan Pemerintah Kota Semarang yang dinilai tak menghargai jerih payahnya sebagai atlet. “Setelah kejuaraan saya ditelantarkan sama Pemerintah Kota Semarang,” kata Bagus, Selasa (30/8) di Mapolsek Pedurungan.

Sempat menjadi tukang parkir, pemuda yang juga pernah berlaga di ajang Arafura Game di Darwin Australia ini akhirnya tergoda ‘berkarir’ sebagai maling motor.

Bersama rekannya, Mamang, Bagus ditangkap pada Senin (15/8) sekitar pukul 01.30 saat mencuri motor milik Nurudin (18) di tempat kosnya Pedurungan Kidul IV RT 03 RW 01 Kelurahan Peurungan Kidul. Saat itu, aksi keduanya tepergok pemilik kendaraan dan sempat terjadi kejar-kejaran hingga akhirnya korban dan warga berhasil mengepung dan menangkapnya.

Kapolsek Pedurungan Kompol Sugiyatmo mengatakan, kedua pelaku tak segan melukai korban dan memersenjatai diri dengan celurit.¬†“Mereka dijerat pasal 365 ayat ke 1 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” tegasnya. (din)