Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Dikibuli Oknum Satpol PP Jateng, Bapak Ini Tekor Rp 350 Juta

Dikibuli Oknum Satpol PP Jateng, Bapak Ini Tekor Rp 350 Juta

METROSEMARANG.COM – Seorang anggota Satpol PP Provinsi Jawa Tengah bernama Supardi dilaporkan ke Polrestabes Semarang, Jumat (3/5). Oknum abdi negara tersebut diduga melakukan penipuan terhadap Albertus Poerwidyanto (51) warga Jangli Krajan, Karanganyar, Candisari Semarang, dengan menawarkan jasa menjadi PNS hingga mengakibatkan kerugian Rp 350 juta.

Kejadian itu berawal pada tanggal 6 Juni 2014, Albertus dikenalkan tetangganya yang juga anggota Satpol PP kepada Supardi. Dari pertemuan tersebut Supardi memberikan tawaran menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan mematok biaya Rp 150 juta per orang. Albertus pun mendaftarkan ketiga anaknya dengan kesepakatan total biaya Rp 450 juta.

Albertus menunjukkan foto Supardi. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Albertus menunjukkan foto Supardi. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Setelah terjadi tawar menawar dan kesepakatan, satu orang dihargai Rp 150 juta, transaksi dimulai sejak 6 Juni 2014 – 28 Oktober 2015,” kata Albertus saat ditemui di Mapolrestabes Semarang.

Dalam jangka waktu tersebut Albertus melakukan transaksi sebanyak 13 kali dengan total biaya yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 350 juta. Albertus pun mulai curiga karena belum juga mendapat kabar tentang nasib ketiga anaknya.

Namun, Supardi juga tak kurang akal.
Untuk meyakinkan Albertus, dia memberikan foto copy surat keputusan (SK) yang menyatakan ketiga anaknya diterima di Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Dinas Perhubungan Jateng, dan Dinas Perhubungan Kota Semarang.

“Untuk meyakinkan, dia memberi tiga surat keputusan (SK) yang berkop Kementerian Kesehatan, dan dua Kementerian Perhubungan yang diduga palsu dalam bentuk foto copy,” katanya.

Untuk meyakinkan SK tersebut, Albertus kemudian mengecek langsung ke Badan Kepegawaian Daerah dan tidak menemukan ketiga anaknya diterima menjadi PNS. Albertus pun masih menyimpan kuitansi bukti transaksi yang dilakukan secara tunai. (din)