Dikira Guyonan, Buruh Bangunan Ini Tewas Tenggelam di Sungai Progo

METROSEMARANG.COM – Seorang remaja bernama Muhammad Arya (14) asal Dusun Sipring, Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo tewas tenggelam di Sungai Progo yang melintas di dekat Kampung Ngembik Lor, Kelurahan Kramat Kota Magelang, Kamis (10/8) sore. Jasad korban yang berprofesi sebagai buruh bangunan ditemukan pukul 20.30 wib setelah puluhan relawan melakukan pencarian.

Ilustrasi pencarian orang tenggelam. Foto: metrosemarang.com/dok

Keterangan yang dihimpun metrojateng.com menyebutkan, sore sepulang kerja sebagai buruh bangunan di Kampung Ngembik Lor, korban hendak mandi di Sungai Progo tidak jauh dari lokasi proyek. Ia mandi  bersama lima rekan lainnya,yakni Wahid, Mukminun, Nur Faizin, Yadi dan Eri.

Menurut rekan korban,Wahid (25), sepulang kerja Arya mengajak kelima rekannya untuk mandi di Sungai Progo yang berada di sisi barat. Korban juga sempat mencoba mengukur kedalaman menggunakan bambu dan setelahnya langsung terjun ke sungai.

Sedangkan, kelima rekannya belum memilih menunggu di pinggir sungai yang terletak di perbatasan wilayah Kota Magelang dengan Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

Menurut Wahid, sebelumnya ia sudah mengingatkan agar Arya tidak masuk ke sungai. “Tetapi peringatan dari saya  tidak didengar,” katanya.

Wahid yang juga masih tetangga korban menjelaskan, beberapa saat setelah terjun ke sungai, Arya sudah berteriak minta tolong sambil melambaikan tangannya. “Saat itu saya anggap omongan Arya hanya guyonan, namun saya lihat korban langsung tenggelam,” ujarnya.

Rekan lainnya, Nur Faizin juga berupaya menolong korban dengan memberikan sebatang bambu. Namun, upaya itu  sia-sia karena korban terus tenggelam. “Kami semua syok melihat Korban terus tenggelam,” ujarnya dengan mimik menyesal. (metrojateng.com/MJ-24)