Home > METRO BERITA > Dikomplain Warga, Wali Kota Semarang Sidak Layanan Ambulance Hebat Sicepat

Dikomplain Warga, Wali Kota Semarang Sidak Layanan Ambulance Hebat Sicepat

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan sidak pelayanan program Ambulance Hebat Sicepat (Reaksi Cepat) di Kantor Dinas Kesehatan Jalan Pandanaran, Rabu (25/1) sore. Hal ini terkait laporan masyarakat bahwa tidak dilayani ambulance ketika meminta bantuan di antar ke rumah sakit karena keluarganya mau melahirkan.

Wali Kota Hendrar Prihadi saat sidak di pusat layanan program Ambulance Hebat Sicepat di Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang, Rabu (25/1) sore. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Dalam aplikasi layanan pengaduan masyarakat Lapor Hendi, seorang warga bernama Maulida, warga Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu melaporkan telah menelpon Ambulance Hebat Sicepat karena saudaranya mau melahirkan. Tapi malah ditolak dengan alasan bukan termasuk hal yang gawat darurat. Dia merasa jengkel dan meminta kinerja Ambulance Hebat Sicepat dievaluasi.

Wali Kota yang  melakukan sidak untuk merespon aduan tersebut langsung mendatangi pusat pelayanan Ambulance Hebat Sicepat di Kantor Dinas Kesehatan. Dan membuat lima petugas yang sedang bertugas terkejut. Wali kota yang akrab disapa Hendi, menanyakan kelancaran layanan Ambulance Hebat Sicepat dan jumlah kasus yang sudah ditangani.

Bahkan langsung memeriksa sendiri data layanan yang masuk di komputer. Serta meminta petugas memutar kembali salah satu rekaman telepon dari masyarakat yang meminta layanan Ambulance Hebat Sicepat. Hal ini untuk mengetahui sendiri bagaimana petugas melayani laporan masyarakat apakah ramah atau kasar.

Usai melakukan sidak, Hendi mengatakan bahwa Ambulance Hebat Sicepat harus cepat dalam melayani masyarakat. Karena sambutan masyarakat terhadap program ini sangat positif. Sejak diluncurkan 4 Januari sampai sekarang sudah 36 masyarakat yang memakai fasilitas ini.

”Sehingga saya harapkan Dinas Kesehatan dan Bagian Humas untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat tentang keberadaan Ambulance Hebat Sicepat ini,” katanya.

Salah satu pesan yang harus disampaikan kepada masyarakat, adalah sakit apa saja yang bisa dilayani ambulance ini. Karena dia masih melihat ada komplain dari masyarakat, yaitu sudah telepon tapi ambulancenya tidak mau berangkat. Seperti pada kasus dari warga Mangkang Wetan tersebut.

”Tapi ternyata dari hasil telepon kemudian dianalisa oleh tim dokter, kasus yang dimintakan ambulance itu belum termasuk kegawatdaruratan, sehingga tidak bisa dilayani,” ujarnya.

Dia menegaskan, Ambulance Hebat Sicepat hanya akan melayani warga Semarang yang dalam posisi gawatdarurat. Jika gawatdarurat akan didatangi rumahnya supaya disembuhkan atau dinetralisir, atau bahkan setelah itu dirujuk ke rumah sakit dibawa  dengan mobil ambulance tersebut.

”Nah ini yang perlu sosialisasi dari Dinas Kesehatan dan Humas serta Diskominfo penyakit-penyakit apa atau kondisi pasien yang seperti apa saja yang bisa dilayani ambulance. Agar masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaat dari Ambulance Hebat Sicepat,” tegasnya. (duh)