Home > METRO BERITA > Dinamika Outing 2014: Muda, Beda dan Berbahaya (Lagi)

Dinamika Outing 2014: Muda, Beda dan Berbahaya (Lagi)

Keceriaan  dan kebersamaan tercipta dalam outing Dinamika 2014. Foto Metrosemarang
Keceriaan dan kebersamaan tercipta dalam outing Dinamika 2014. Foto Metrosemarang

YOGYAKARTA – Menjadi manusia baru dan menanggalkan kebiasaan buruk yang selama ini menjadi penghambat dalam berkarya, adalah salah satu misi kegiatan outing Dinamika Media Pariwara (DMP) tahun ini. Kawasan Kaliurang dipilih untuk menajamkan ide-ide kreatif pasukan Dinamika untuk menghadapi persaingan di tahun 2015.

Selama tiga hari, sejak Jumat-Minggu (12-14/12), sebanyak 30 penggawa tim kreatif yang bermarkas di Jalan Puspanjolo Tengah VIII No 2 Semarang ini ‘diasingkan’ di kompleks Kaligriya, Kaliurang, Yogyakarta. Tak ada kasur empuk, karena peserta diwajibkan tinggal di dalam tenda yang hanya beralaskan matras.

Jangankan televisi, sinyal handphone juga cukup susah didapat . Hanya operator seluler tertentu yang bisa menjangkau kawasan ini. Satu-satunya hiburan hanyalah keasrian alam Gunung Merapi dengan hamparan rerumputan dan pepohonan nan rindang.

Bos DMP Budi Santoso menuturkan, sesuai tema ‘Muda, Beda dan Berbahaya (Lagi)’, kegiatan outing tahun ini benar-benar dikemas secara unik dan berbeda dari edisi sebelumnya. Salah satunya adalah armada yang digunakan untuk mengirim peserta ke lokasi outing.

“Sengaja kami gunakan truk Brimob untuk membawa rombongan ke lokasi. Bukan untuk gagah-gagahan, tapi kami ingin membangun kebersamaan di antara karyawan. Tak ada sekat antara pimpinan dan anak buah, semua adalah bagian Dinamika,” katanya.

Kali ini, DMP menggandeng Virtual Organizer untuk merancang outdoor activity. Selama tiga hari dua malam, peserta sejenak melupakan aktivitas dan rutinitas kesehariannya. Mereka diwajibkan melahap porsi outbond yang sudah disiapkan, melalui aneka game untuk melatih kekompakan, komunikasi hingga pengendalian emosi.

Kerjasama tim Dinamika diharapkan bakal semakin solid setelah 'menyepi' di Kaliurang. Foto Metrosemarang
Kerjasama tim Dinamika diharapkan bakal semakin solid setelah ‘menyepi’ di Kaliurang. Foto Metrosemarang

Menurut Budi, melalui konsep-konsep interaksi dengan alam, diharapkan dapat memberikan suasana yang kondusif untuk membentuk sikap, cara berfikir, dan persepsi kreatif dari masing-masing peserta. Secara simbolis, setiap peserta juga wajib menuliskan kekurangan yang dimiliki di atas secarik kertas lalu menguburnya secara bersama-sama.

“Kami ingin kembali menyatukan visi karena persaingan bakal semakin berat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengubur kebiasaan buruk dan membangun semangat baru untuk menghasilkan karya-karya yang lebih dahsyat lagi,” bebernya.

Di hari terakhir, rombongan Dinamika diajak melakukan Lava Tour untuk menyusuri sisa-sisa erupsi Merapi 2006 dan 2010. Dengan menggunakan lima kendaraan jip, mereka menyisir jalur lahar dan awan panas salah satu gunung teraktif di dunia itu. Rute-rute menantang yang dilalui, cukup bisa meningkatkan adrenalin setiap peserta.

“Setelah setiap hari disibukkan dengan rutinitas yang sangat menyita tenaga dan pikiran, kegiatan outing ini benar-benar me-refresh kami. Mudah-mudahan, setelah kegiatan ini kami benar-benar terlahir menjadi ‘manusia baru’ dengan ide-ide kreatif yang lebih segar,” kata M Fathoni, salah seorang peserta dari Divisi Event. (*)