Home > METRO BERITA > Dinas Pasar Diminta Prioritaskan Pembangunan Pasar Waru di RAPBD 2017

Dinas Pasar Diminta Prioritaskan Pembangunan Pasar Waru di RAPBD 2017

METROSEMARANG.COM – Dinas Pasar Kota Semarang diminta memprioritaskan usulan pembangunan Pasar Waru paskaterbakar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2017. Saat ini RAPBD belum disahkan oleh DPRD.

Pedagang Pasar Waru korban kebakaran mengikuti sosialisasi tempat relokasi yang dilakukan Dinas Pasar Kota Semarang di sebelah lokasi kebakaran, Senin (21/11). Relokasi sementara akan dilakukan di jalan depan pasar. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Pedagang Pasar Waru korban kebakaran mengikuti sosialisasi tempat relokasi yang dilakukan Dinas Pasar Kota Semarang di sebelah lokasi kebakaran, Senin (21/11). Relokasi sementara akan dilakukan di jalan depan pasar. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Pembangunan Pasar Waru setelah terbakar dapat diprioritaskan di tahun 2017. Karena DPRD dan Pemkot Semarang belum mengesahkan RAPBD tahun 2017,” kata Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispiyanto, di Gedung DPRD, Senin (21/11).

Menurutnya, pembangunan kembali Pasar Waru nanti harus bisa menampung seluruh pedagang baik yang menjadi korban kebakaran maupun tidak sebanyak 650an pedagang. Di mana untuk pedagang korban kebakaran sendiri ada 517.

Selain itu, bangunan pasar diharapkan bisa digunakan untuk menampung Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Taman Progo sekitar 250 pedagang. Sehingga diharapkan ada penyesuaian Detail Engenering Desain (DED) dan Fisibility Study (FS).

”Dengan waktu yang tidak banyak ini, Dinas Pasar dapat segera melakukan perubahan Detail Engenering Desain dan Fisibility Study baru menyesuaikan banyaknya pedagang,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Dia juga berharap pendataan pedagang yang dilakukan Dinas Pasar harus sesuai data di lapangan. Sehingga tidak kembali memunculkan persoalan baru adanya pedagang yang tidak terakomodir baik dari Pasar Waru maupun Taman Progo.

Danur juga mengapresiasi langkah cepat pemkot menetapkan musibah kebakaran Pasar Waru menjadi kondisi tanggap darurat bencana. Sehingga anggaran darurat bencana bisa dicarikan untuk membangunkan lapak darurat oleh Dinas Pasar. (duh)