Home > METRO BERITA > Dinkes Dorong Tenaga Medis Pakai Alkes Dalam Negeri

Dinkes Dorong Tenaga Medis Pakai Alkes Dalam Negeri

METROSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah mendorong produsen alat kesehatan dalam negeri untuk memacu kinerjanya dalam memasok alat kesehatan (alkes) bagi sejumlah rumah sakit. Hal ini karena kebutuhan alat kesehatan di wilayahnya saat ini semakin meningkat pesat.

Pembukaan Showroom Paramound Bed di Jalan Dr Sutomo Semarang, Rabu pagi (19/7). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan pemenuhan alkes harus sejalan dengan peningkatan kualitas produk yang beredar saat ini. Pasalnya, semua alat kesehatan pasti dibutuhkan oleh tenaga medis di setiap rumah sakit.

“Kalau semakin banyak variasi barangnya tentu kualitasnya juga harus ditingkatkan. Sebab itu selalu dibutuhkan untuk tenaga medis baik di ruang laboratorium, rumah sakit maupun puskesmas,” katanya saat menghadiri pembukaan Showroom Paramound Bed di Jalan Dr Sutomo Semarang, Rabu pagi (19/7).

Ia pun menyarankan kepada pengelola rumah sakit maupun semua tenaga medis agar beralih menggunakan alkes lokal.

Meski jumlah alkes impor terus membanjiri pasar dalam negeri, tapi ia memastikan saat ini kualitas barang lokal tak kalah bagus dengan impor.

“Makanya kita harus memacu kualitasnya. Ini karena 94 persen alat medis di Jawa Tengah masih berasal dari luar negeri. Padahal dengan memakai barang lokal bisa mendorong pertumbuhan perekonomian dalam negeri,” jelasnya.

Untuk di Jateng sendiri pangsa pasar alkes sangat luas. Misalnya dalam setahun kebutuhannya mencapai 35 ribu bead bagi pasien rumah sakit.

“Dan itu tersebar menyeluruh di berbagai kelas rumah sakit,” tegasnya.

Sedangkan Tiurmina Silalahi, Direktur Utama Romora Jaya Pratama sebagai pemilik Showroom Paramound Bed Regional Jateng dan Yogyakarta optimistis mampu meraup pangsa pasar secara maksimal di dua wilayahnya.

“Kan semuanya sudah memakai produk kami. Maka dari itu kita optimistis mampu mencapai target penjualan hingga Rp 50 Miliar,” tandasnya. (far)