Home > METRO BERITA > Dirumahkan, Pekerja PT Simoplas Tuntut Pembayaran Gaji

Dirumahkan, Pekerja PT Simoplas Tuntut Pembayaran Gaji

METROSEMARANG.COM – Belasan pekerja PT Simoplas Semarang menuntut pembayaran hak mereka yang belum terbayarkan oleh perusahaan selama 7 bulan. Mereka mendatangi Komisi D DPRD Kota Semarang untuk mengadukan nasibnya tersebut, Rabu (2/11).

Para pekerja PT Simoplas saat melakukan audiensi dengan anggota dewan di Komisi D DPRD Kota Semarang, Rabu (2/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Para pekerja PT Simoplas saat melakukan audiensi dengan anggota dewan di Komisi D DPRD Kota Semarang, Rabu (2/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Audiensi itu diikuti juga oleh pihak manajemen perusahaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang dan serikat pekerja.

Ketua Serikat Pekerja PT Simoplas Ahmad Zaenudin mengatakan, terdapat sekitar 1.900 pekerja yang selama 7 bulan terakhir ini dirumahkan dan tidak mendapatkan gaji. Hak Tunjangan Hari Raya (THR) mereka juga belum dibayarkan secara penuh sampai saat ini.

‘’1.900 itu baru sebagian pekerja, kalau ditambah dengan staf ada sekitar 2.000 pekerja yang terkena dampak kebijakan perusahaan yang merugikan ini,’’ kata Zaenudin.

Menurutnya, perusahaan juga belum membayarkan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, meski gaji pekerja selama ini dipotong untuk iuran tersebut. Akibatnya ada beberapa pekerja yang sakit tidak bisa berobat dan melakukan aksi menduduki perusahaan.

‘’Kalau gaji dilakukan pemotongan tapi tidak dibayarkan kepada BPJS itu sudah bisa termasuk pelanggaran pidana, sangat merugikan pekerja,’’ katanya.

Ditambahkan, kejadian dirumahkannya ribuan pekerja ini adalah kesalahan pihak manajemen perusahaan sendiri dalam mengambil strategi bisnis. Sebab sebenarnya oder perusahaan banyak, mesin dapat beroperasi normal dan pekerja siap melakukan pekerjaan.

‘’Jadi persoalan sebenarnya kami tidak tahu persis, perusahaan yang tidak memberikan pekerjaan kepada kami,’’ tegasnya. (duh)