Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Dirut BPJS Ketenagakerjaan Ajak Mahasiswa Melek Jaminan Sosial

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Ajak Mahasiswa Melek Jaminan Sosial

METROSEMARANG.COM – Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, memberikan kuliah umum tentang jaminan sosial ketenagakerjaan kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) di gedung kampus setempat, Jumat (26/5). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para mahasiswa, mulai dari S-1 hingga mahasiswa program doktoral.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengisi Kuliah Umum di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (26/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

“Regulasi terkait perlindungan pekerja  di Indonesia saat ini banyak yang bertentangan dengan UU SJSN dan UU BPJS. Sehingga penyelenggaraannya dapat yang bertentangan dengan prinsip jaminan sosial. Seperti masih adanya pengelolaan perlindungan pekerja yang berbasis profit oriented,” ujar Agus.

Selain itu dibahas pula iuran jaminan sosial di Indonesia relatif kecil dengan manfaat yang sangat besar. Untuk progam jaminan pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan saat ini baru dimulai dengan persentase total iuran sebesar tiga persen, sementara negara lain rata-rata sudah mencapai dua digit bahkan seperti Italia sudah dengan pemotongan iuran sebesar 33 persen dari upah.

“Pelaksanaan jaminan sosial dalam keadaan seperti ini memang menguntungkan masyarakat, namun berpotensi merugikan keuangan negara dan menjadi ancaman risiko sosial di kemudian hari apabila negara tidak mampu secara finansial menopang pendanaannya, seperti yang terjadi di Yunani dan Brazil kemarin,”  tegas Agus dalam pemaparannya.

Edukasi jaminan sosial dalam bentuk kuliah umum ini diharapkan dapat membangun kesadaran lebih di lingkungan civitas akademika tentang pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial, khususnya yang diselenggarakan oleh BPJS Ketanagakerjaan.

“Kami berharap ketika para mahasiswa ini nantinya kembali ke masyarakat untuk berkarya, mereka akan menjadi duta jaminan sosial ketenagakerjaan. Mereka diharapkan menyebarkan semua pengetahuan yang diperoleh hari ini kepada masyarakat secara luas. Kami juga mengharapkan sifat kritis mahasiswa dapat mendukung evaluasi implementasi perlindungan pekerja yang telah diamanatkan negara kita,” tutupnya. (ade)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link