Home > METRO BERITA > Disdik Semarang Larang Siswa SMP Rayakan Valentine

Disdik Semarang Larang Siswa SMP Rayakan Valentine

METROSEMARANG.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mengeluarkan surat edaran terkait dengan larangan perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day yang sejatinya dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Surat edaran tersebut ditujukan kepada pelajar SMP se Kota Semarang dan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan di Kota Semarang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin ketika mengajar anak-anak Kampung Tambaklorok, Sabtu (4/2). Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan, Surat Edaran dengan nomor 014/816 tersebut merupakan bentuk imbauan. Menurutnya hal tersebut bertujuan supaya anak didik tetap fokus dalam mengikuti segala kegiatan proses belajar mengajar di sekolah.

“Itu kan diimbau, supaya anak-anak itu pada posisi dia fokus pada pembelajaran,” katanya, Senin (13/2).

Surat edaran tersebut memuat tiga hal yaitu melarang kegiatan siswa untuk merayakan valentine di dalam atau di luar sekolah, meminta sekolah membuat surat edaran pada orangtua murid untuk mengawasi anak-anaknya, dan terakhir berupa seruan agar menindaklanjuti surat edaran tersebut.

Ia menjelaskan, imbauan tersebut bertujuan supaya sekolah melakukan pemantauan kepada anak didik, sehingga tidak melakukan hal-hal negatif saat perayaan hari valentine. Namun, Sejauh kegiatan untuk memperingati Valentine dengan melakukan kegiatan yang positif, pihaknya tidak melarang.

Misalnya kata dia, pentas seni, kegiatan keagamaan, kegiatan olah raga itu diperbolehkan. “Imbauanya itu terhadap kegiatan-kegiatan yang negatif, seperti kumpul-kumpul sampai narkoba itu kan bahaya kan, jadi akan kita awasi itu,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, kebiasaan saat momen Valentine, yakni berupa bagi bagi coklat masih dapat dilakukan oleh para siswa, asal dengan tujuan menjalin persaudaraan antar teman, gotong royong, maupun segala kegiatan positif lainnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, surat edaran tersebut sebagai antisipasi serta perhatian kepada seluruh anak didik. Jangan sampai sekolah tidak memperhatikan anak-anak hingga mereka melakukan kegiatan negatif atau merugikan diri sendiri.

Sementara dalam bentuk pengawasan, pihaknya sudah berkoordinasi dan memberikan arahan kepada para guru maupun pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk memberikan arahan kepada anak didik di masing-masing sekolah. (vit)