Home > METRO BERITA > Ditakuti Polisi, Parman Kupu Meninggal saat Didoakan Anaknya

Ditakuti Polisi, Parman Kupu Meninggal saat Didoakan Anaknya

METROSEMARANG.COM – Sugiyanti terdiam saat mengingat kembali kisah hidup suaminya. Parman Kupu, suaminya dikenal preman yang paling ditakuti di Semarang. Gaung namanya bahkan terdengar sampai ke semua daerah di daratan Pulau Jawa.

Parman Kupu (kaus putih) dikenal sebagai sosok religius disegani. Foto: dok keluarga
Parman Kupu (kaus putih) dikenal sebagai sosok religius disegani. Foto: dok keluarga

Tapi, seperti pepatah, tak ada gading yang tak retak. Parman semasa hidupnya merupakan pribadi yang berubah 180 derajat tatkala berkumpul dengan keluarganya.

“Meski punya dua istri, dia enggak pernah memukul saya dan anak-anaknya,” kata Yanti, sapaan akrabnya saat berbincang dengan metrosemarang.com, Minggu (18/9).

Sang suami tak mau dicampuri kala sedang berada di luar rumah. Namun, saat pulang suaminya jadi sosok yang tegas dan mengajari hal-hal religius pada kedua anaknya. Kedua anaknya pun sejak kecil dikirim belajar mengaji di pondok pesantren Jawa Timur.

“Sama anak istrinya sayang. Dia sering bilang kalau nafkah tetap dikasih tapi jangan campuri urusannya saat di luar rumah. Saya ingat kata-kata itu,” terangnya.

Ia kerap khawatir bila mendiang suaminya dalam kondisi emosi yang tak terkontrol. Pasalnya, Parman kerap diminta rekan-rekannya untuk melerai maupun membekingi sebuah perkelahian antar gengster.

Karena itulah, kata Yanti, suaminya tetap disegani walaupun telah tiada. “Jiwa menolongnya sangat besar. Siapapun tidak dipandangnya. Pernah ada perampokan dan pelakunya berhasil ditangkap,” kenangnya.

Namun sayangnya, Parman yang ditakuti para gengster di Semarang itu jatuh tersungkur usai tubuhnya digerogoti penyakit stroke dan darah tinggi. Selama 13 tahun lamanya, ia harus berjuang melawan penyakit itu sampai menghembuskan napas terakhir pada 2014 silam.

“Yang buat saya terenyuh, saat sakratul maut dia didoakan sama anaknya. Sebelum meninggal, dia pesan bahwa anaknya harus lulus kuliah. Semua pesannya sekarang sudah tercapai,” katanya bangga.

Kini Parman Kupu hanya dikenal sebagai lelaki yang garang di masa lampau. Tubuhnya telah dikubur di TPU Bergota pada 2014 kemarin bersama dengan ketenaran masa lalunya.

Warga Kebonharjo hari ini mengenang dua tahun kepergiannya ke alam baka. Mereka tetap menganggap sang jawara sebagai sosok yang layak dihormati. (far)