Home > METRO BERITA > Diterjang Banjir Bandang, Warga Wahyu Utomo Trauma

Diterjang Banjir Bandang, Warga Wahyu Utomo Trauma

METROSEMARANG.COM – Banjir bandang yang menerjang Perumahan Wahyu Utomo di Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan membuat warga yang terdampak trauma. Saat hujan kembali turun warga mengaku tidak bisa tidur dan memilih berjaga-jaga.

Warga membersihkan lumpur sisa banjir bandang yang menerjang Ngaliyan, Selasa (7/2) dinihari. Foto: metrosemarang.com/istimewa

Rabu (8/2), upaya bersih-bersih sisa lumpur akibar banjir bandang masih dilanjutkan warga. Mereka dibantu oleh petugas dari Koramil dan Polsek Ngaliyan serta petugas kecamatan dengan menggunakan alat berat dan mobil penyemprot dari Dinas Kebakaran.

Warga berusaha membersihkan jalan dan rumah-rumahnya yang masih tergenang lumpur Selain fokus pembersihan lumpur di jalan dan ruangan rumah, sebagian warga juga sibuk membersihkan barang-barang perabotan rumah tangga. Seperti piring, gelas, pakaian, dan juga alas tidur. Mereka berharap perabotan tersebut dapat dipakai kembali.

”Semua barang-barang terendam banjir semua, kecuali televisi, kulkas, itu tidak,” kata Riyadi, korban banjir saat Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau lokasi banjir, Rabu (8/2).

Sementara alat berat berupa begu dan truk difokuskan untuk mengeruk lumpur di jalan. Diakui warga, banjir ini menjadi pengalaman pahit mereka dan membuat trauma. Sebab bertahun-tahun tinggal di daerah ini baru kali ini terkena musibah banjir yang begitu besar.

Warga berharap, segera ada penanganan menyeluruh terhadap daerah aliran Sungai Beringin yang Selasa (7/2) dini hari meluap. Selain memperkuat tanggul, diharapkan ada upaya untuk normalisasi sungai tersebut.

”Kabar akan dinormalisasi sudah lama kami dengar. Tapi belum juga dilakukan pemerintah. Padahal normalisasi bisa mencegah kejadian serupa (banjir) terulang,” kata Khoirul, salah seorang korban banjir. (duh)